Problematika Buku Puisi
adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.
adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.

Daripada terlalu cepat menyimpulkan bahwa Gen Z malas membaca, lebih baik pada ngaca!

Dosen kan bukan sales. Mahasiswa bukan customer. Kampus bukan marketplace. Ketika ketiganya diperlakukan sebaliknya, jangan heran kalau yang lahir bukan sarjana kritis, tapi lulusan patuh yang jago bertahan hidup di dunia yang isinya kerja-kerja-kerja.

Orang jenius kelas atas akan menjadi Audrey, jenius dari kelas bawah, mungkin akan berakhir menjadi tidak berdaya, mengurung kemampuannya untuk menjadi buruh pabrik. dan yang terparah: membunuh dirinya sendiri.

Akhir-akhir ini negara rasanya selalu cari gara-gara. Lihat aja kemarin, kelompok anarko ditangkap dengan barang bukti salah satunya buku. Kadang gue ngerasa aneh, kadang juga ya biasa aja emang gitu kan di Indonesia, buku bisa lebih ditakuti ketimbang koruptor. Ironisnya, di tengah rendahnya literasi, buku malah dicap sebagai barang bukti kejahatan. Jujur, gue khawatir masyarakat […]

Halo, saya Fahrul. Terakhir nulis di media Nyimpang tervaforit se-Purwakarta itu pas akhir tahun 2024 buat misuh-misuh, julid, atau sekadar mencaci-maki setumpuk kekesalan karena belum proposal untuk sidang belum kunjung di-acc. Huft sedyh. Padahal aku tuh lumayan rajin, lho. Rajin mencintaimu dalam diam, rajin berbuat dosa walaupun besoknya berdoa, berdosa lagi, berdoa lagi begitu seterusnya. […]

Permasalahannya sekarang, aku sedang merasakan tujuan yang samar sekaligus obsesiku yang menggebu-gebu.

Sejak kecil, manusia sudah mengenal yang namanya kegiatan membaca. Berawal dari mengeja beberapa suku kata, lalu mencicipi frasa dan kalimat, hingga kemudian melahap satu paragraf penuh. Membaca yang tadinya merupakan kegiatan mengubah kumpulan huruf, angka, dan tanda baca menjadi bunyi kemudian menjadi kegiatan untuk memahami sesuatu hal. Orang akhirnya membaca supaya bisa menangkap wawasan yang […]

Saya baru pulang kerja, keringat belum kering. Langsung duduk di sofa kesukaan saya, sembari menyelonjorkan kaki. Hening. Di saat mata terkatup, istri saya membangunkan. Saya masih berkunang-kunang, tapi saya bisa lihat raut wajahnya. Saya tanya ada apa, istri saya nyerocos, “Ayook Mas, bantu Abah Komar!” Di kantor, atasan saya menumpahi saya dengan berkas-berkas kerja yang […]

Sedikit intermezo dulu waktu lagi booming-boomingnya buku ini, saya tuh udah beli dan udah selesai baca, hanya saja buku ini dipinjam sama teman dan tidak balik lagi. Akhirnya saya beli lagi untuk mengulang lagi apa yang dibaca. Buku Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur ini sangat memberikan kesan menarik bagi pembacanya. Banyak pesan yang diutarakan lewat […]
