Lorong Panjang di Kepalaku
Kasihku bagai genggam tangan dan kau menjelma pintu di hadapan.
Kasihku bagai genggam tangan dan kau menjelma pintu di hadapan.

Honor, Kapur, dan Lapar ia berdiri di depan papan tulis dengan kapur yang lebih jujur dari nasibnya sendiri menuliskan masa depan sementara dompetnya menganga kala dunia selalu menawar harga hidup tenaganya dihitung lebih murah dari selembar kertas ujian perutnya padahal selalu bertanya-tanya ia menghitung receh sembari melihat harapan yang bocor di antara celah doa dan […]




Di lantai malam, anggur berfermentasi mengendapkan sunyi di dasar botol retak, rasanya pahit, seperti doa yang lupa alamat pulang.

Berita-berita itu menayangkan apa yang aku alami hari ini. Tentang kecelakaan, orang yang bunuh diri karena ternyata terjerat hutang dan tentang berita banyaknya bayi yang dibuang oleh para remaja.


"Jangan jadi pahlawan, Nak. Dunia ini bukan tempat untuk mereka yang naif."

BABAK 1 (Tiga lampu putih masuk menyorot sisi tengah, kanan belakang panggung, dan tengah atas. Redup. Sisi tengah : ranjang besar tegak dengan posisi vertikal lengkap dengan bantal gulingnya, di sisi atasnya terdapat 4 sakelar, Zawzaw & Ciwawa tidur di atasnya berselimut. Sisi kanan belakang : ranjang kecil dengan posisi sama, di atasnya Mwak terbangun […]
