Bukan Kekasih
Dan memohon perjumpaan lagi



Di lantai malam, anggur berfermentasi mengendapkan sunyi di dasar botol retak, rasanya pahit, seperti doa yang lupa alamat pulang.

Berita-berita itu menayangkan apa yang aku alami hari ini. Tentang kecelakaan, orang yang bunuh diri karena ternyata terjerat hutang dan tentang berita banyaknya bayi yang dibuang oleh para remaja.


"Jangan jadi pahlawan, Nak. Dunia ini bukan tempat untuk mereka yang naif."

BABAK 1 (Tiga lampu putih masuk menyorot sisi tengah, kanan belakang panggung, dan tengah atas. Redup. Sisi tengah : ranjang besar tegak dengan posisi vertikal lengkap dengan bantal gulingnya, di sisi atasnya terdapat 4 sakelar, Zawzaw & Ciwawa tidur di atasnya berselimut. Sisi kanan belakang : ranjang kecil dengan posisi sama, di atasnya Mwak terbangun […]

Lagi dan lagi. Bukan wajahnya yang Nata lihat di pantulan cermin, tetapi cerita masa lalunya. Seketika, mimik wajahnya menekuk. Rasa geram menggerogotinya. Ketika bercermin, Nata seolah membuka cara pikirnya yang dulu, lukanya yang tak kunjung sembuh, dan mimpi-mimpinya yang terkubur tanpa sempat tumbuh. Di tengah pergulatan sunyi dengan pikirannya sendiri, dering gawai terdengar. Nama Daniel […]

Catatan untuk Kepala yang Menolak Dipasang Kembali (halaman pertama hilang) yang tersisa hanya: bekas lem dan satu kalimat yang tidak selesai “jangan—” kepala itu ditemukan di laci ketiga bersama benda-benda kecil yang gagal dilupakan: kancing baju, gigi susu, dan satu nama yang ditulis berulang hingga kehilangan bentuk petugas mencatat: objek masih hangat menolak identifikasi “ini […]
