Susah Gampang Self Appreciation

37

“Coy, kok gambarku kurang bagus ya?” celetukku ringan kepada teman sebelahku.

“Jelek dari mananya woy! Bagus gitu kok. Jangan mengadi-adi deh, nilaimu aja sampe 89 gitu masih pengin ngomong jelek? Gua geprek sekalian baru tau!” sahut temanku yang sedikit emosi.

“Yaa gimana ya… rasanya kurang perfect aja gitu.” Jawabku lagi dengan nada tidak yakin.

“Sante aja cuy, kaga usah terlalu mikirin kata orang, yang penting Lu dah maksimal gitu. Yakin napa kek, minder mulu kerjaanlu, hahaha…”

Apakah kalian pernah merasakan hal di atas? Jika pernah, mari berpelukan, karena saya sering mengalami hal seperti itu.

Kadang tersadar atau tidak kita sering insecure, sampai takut bertindak, dan tidak PD dengan karyasendiri? Saat itu memang merasa bahwa karya orang lain itu lebih bagus dari karya kita.

Padahal ya, karya kita tidak begitu buruk, orang lain juga menilai karya kita bagus seperti contoh di atas tadi. Tapi kenapa kok masih insecure? Jawabannya bisa jadi kurang self appreciation atau penghargaan terhadap diri sendiri. Apa boleh bikin, mungkin selama ini kita anggap itu kurang penting.

Lalu apa sih yang namanya self appreciation itu sendiri?

Self appreciation merupakan  bentuk kecintaan kita terhadap diri sendiri dengan cara mengapresiasi setiap kegiatan yang dilakukan maupun karya yang dihasilkan sehari-hari.

Kalau dipikir-pikir self appreciation hampir sama dengan bersyukur. Namun bedanya disini pada self appreciation kita itu melakukan sebuah kegiatan yang mampu memberikan rasa senang pada diri sendiri. Tapi kenapa kita perlu untuk mengapresiasi diri sendiri?

Bayangkan saja, kita sudah lelah seharian beraktivitas, dan kita hanya beristirahat untuk hari berikutnya dan memulai aktivitas yang sama setiap harinya, bosan bukan? Maka dari itu disini kita perlu sedikit memanjakan diri kita dengan hal-hal yang sederhana.

Misalakan, kalau dilihat-lihat, kebanyakan banyak keluhan di media sosial soal hadirnya pembelajaran daring. Padahal ya, kalau dibawa enjoy pun bisa dan kita tidak perlu ambil pusing dengan banyaknya tugas yang diberikan. Nah disini peran dari self appreciation berjalan, itu bisa menjadi  angin segar dan pembangkit semangat kita dalam menjalankan aktivitas maupun dalam mengerjakan tugas.

Biasanya kalau sudah mengerjakan tugas atau tes, kita itu sering berpikir “duh gimana ya? Bener gak ya jawabanku?”

Nah daripada kita overthinking, kan lebih baik refreshing. Minimal bilang sama diri kita sendiri “you did your best” untuk menghilangkan overthinking yang ada.

Banyaknya tempat wisata atau café yang ada disekitar kota bisa jadi alternatif kita untuk menyenangkan diri loh. Kebanyakan anak muda lebih memilih café untuk dijadikan tempat nongkrong sekaligus bercanda ria daripada tempat wisata seperti pantai, gunung, atau yang lainnya.

Namun itu kembali lagi pada selera masing-masing juga. Saat mengobrol dan bercanda ria dengan kawan-kawan, tentu segala penat yang ada bakal hilang seketika, apalagi kalau ada seseorang yang spesial disitu, tentu ada feel tersendiri yang membuat kita tidak ingin pulang.

Selain itu, di zaman yang serba modern ini, istilah “mabar” tentu sudah akrab di telinga anak muda zaman sekarang, apalagi yang hobinya nge-game jelas hal ini menjadi sebuah ritual disetiap harinya.

Mabar atau yang sering disebut dengan “main bareng” itu bermain bersama teman di satu server game yang sama dan bermain sebagai tim maupun rival. Mabar juga bisa menghilangkan kepenatan bagi sebagian orang, terutama seorang gamers.

Daripada kita harus keluar dan mengeluarkan uang banyak, tentu dengan mabar ini kita bisa mendapatkan sensasi kebersamaan tanpa kita mengeluarkan uang lebih jika dibandingkan dengan nongkrong di warung kopi atau sebagainya.

Bagi kaum introvert, tentu hal-hal di atas sedikit kurang pas dengan tipikal diri mereka. Namun tetap ada cara untuk self appreciating yaitu dengan cara me-time yang mana melakukan suatu kegiatan hiburan sendirian. Dengan menonton film di bioskop atau di laptop, membaca novel, atau berlibur sendiri bisa jadi sarana pemecah kepenatan bagi kaum introvert tersebut. Dengan demikian, mereka tidak perlu menghabiskan waktu mereka dengan orang lain dan nyaman dengan diri mereka sendiri.

Bagaimana, banyak sekali caranya bukan?

Kita bisa memilih dengan cara seperti apa yang kita mau untuk membuat kejutan kecil bagi diri kita sendiri. Bukan soal mahal-murah ataupun jauh-dekatnya, namun ini tentang bagaimana cara kita menghargai dan menyayangi diri kita sendiri.

Kasihan bukan, sudah lama diri kita tidak diberi hiburan setelah banyak kegiatan selama ini?

Apalagi pembelajaran kita yang daring belakangan ini, sudalahlah tugasnya menumpuk, deadlinenya super padat, sinyal sering susah, dan hal-hal lain yang membuat kita lelah jiwa raga. Lebih baik mulai sekarang kita perlu menyempatkan diri untuk self appreciating supaya kita tetap fresh dan bisa melakukan segala aktivitas yang ada di sekitar kita.

Leave A Reply

Your email address will not be published.