Suluh Kasih Bunda

 Cinta yang Tumbuh

 

ingatan tentang dirimu

telah menumbuhkan di ruang kenanganku jejeran rimbun bunga sakura

senja dan bulan purnama

semerbak dan indah suasananya menarik sadarku yang memeluk rindu bersamamu berdangsa mesra

di bawah gugur kelopaknya

setelah temu tak sengaja kala itu

 

kau telah gagal jika beranjak dari hidupku

hari-hari mimpi-mimpi bergelur deras

kita menjalin kasih begitu lepas

 

kau tahu?

Hanya pesonamu

yang mampu menundukkan hatiku sekali pun kau tak tahu menahu aku telah menjadi milikmu

 

Pasaman Barat, 11 Desember 2024

 

 

 

 Masihkah Ada Rasa?

 

Kau tahu, seberapa bakar hatiku setelah kau titipkan bara kehilangan?

Bentang jalanan mengabu hitam.

Sampai kini, keberadaanmu masih mata air yang tak henti terlihat samar-samar di hadapan api lukaku.

Tak bisakah kita kembali satu?

Sudah tak pantaskah aku di matamu?

 

Akan tetapi, jika kebersamaan kita yang manis itu tercipta dari rekayasa, tak pernah kau benar-benar cinta, maka pergilah.

Aku akan resapi setiap denyut perih yang kau tinggalkan sebagai bukti kesungguhanku pernah menjalin ikatan denganmu, sampai suatu kelak waktu sendiri memberikan sebuah kesembuhan.

Dan kisah indah bersamamu akan kukemas dan kusimpan rapi ke dalam laci hati, sehingga selamanya abadi.

Andai kau tahu, aku amat mencintaimu bagaikan memiliki telaga di Sahara semestaku, memaling darimu sama artinya berjalan tanpa tujuan.

Jika masih ada prasaanmu padaku, kumohon, kembalilah! Aku tak bisa tanpamu.

Kebahagiaan pasti akan tercipta selama kita bersama; serupa kelopak-kelopak melati untuk sepasang kupu-kupu.

Sebab putihnya prasaanku dan kelembutan hatimu, niscaya kan melahirkan bak mentari bernama asmara yang senantiasa bersinar pada setiap kuncup mimpi.

 

Pasaman Barat, 11 Januari 2024

 

 

 

Suluh Kasih Bunda

 

Dari dekapan dada kasihnya

aku berenang dalam teduh sebening embun sewarna aurora bercahaya terwarta nyata damai surga mengusap jiwa

 

Aku menyapanya Tuhan

wali Tuhan atas realita detak jantung sketsa wajah dunia rahim kudusnya

ihwal babad kisah merangkai mimpi tercipta

 

Serpihan kerut kering yang tergurat menjadi saksi kodrat penyaji ikhlas dan darah yang tercurah itu susu mengalir deras di pematang nadiku

Hamparan reranting kering kesahku

jadi bebukitan berduri di jejak dedoanya ketika merebah serendah rerumputan mengais iba pinta pada mazbah rida-Nya

 

Ah ibu,

suluh nyali kujadi benderang

di remangnya senjamu menghantar matahari tua rebah terselimuti malam

 

Pasaman Barat, 18 Desember 2022

 

 

 

Masih yang Dulu

 

Di antara kenangan

Di atas jalan lajunya waktu

Aku masih yang dulu

Yang cintanya tak diruntuhkan cobaan

 

Wajahmu adalah mentari

Sekali lagi di pucuk putih kelopak melati hati Biarpun kini waktu seringkali memeluk malam

Namun, mekar jua kenang di bawah sinar rembulan

“Jalan hidup manusia siapa dapat menerka? Ketika rindu telah tumbuh bersemi di sukma Ia, Kekasih, pemberi nafas pada dada batin Apakah tanpanya semesta akan bekerja?”

 

Di kesendirian ini, doa serupa api

Pembakar jerami halang bahagiamu

Tetaplah bersinar di langit kehidupan

Agar aku tak salah mendebat malam

 

Pasaman Barat, 6 September 2025

 

 

Angin Luka

 

pada angin berhembus di pepohonan menggugurkan daun-daun dan bunga-bunga aku kembali menemukan dirimu

perlahan membuka kisah kenangan bersama

“Ntah kenapa, angin mesti berhembus!

Hingga bunga-bunga yang mekar putih itu serta daun-daunnya yang hijau itu, akhirnya gugur satu-persatu?

“Seandainya, tak berembus bagaikan di ruangan istana pelaminan, bunga-bunga akan mekar berseri-seri, tak ada patah dan jatuh.” rutukku, di teras hayal yang kian jauh ke dalam kenangan.

langit masih sama; melengkung mendung bumi masih biasa; gersang

lalu, pada daun-daun dan bunga-bunga yang gugur layu di rumpukan berduri sunyi oleh angin berhembus di pepohonan itu aku melihat hatiku dan harapanku sendiri

Asal Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Akhir-akhir ini saya mencintai puisi, oleh karena itu besar keinginan saya agar karya-karya saya dinikmati oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!