Sudah Sepuluh Kaki Tingginya

Aku

 

Maaf, ya, aku.

Aku sering meninggalkanku.

Saat sedih aku membawaku.

Tapi, saat bahagia, aku melupakanku.

 

Maaf, ya, aku.

Sering berpura-pura jadi bukan aku.

Karena aku tak mau kehilangan kepercayaan orang-orang padaku.

 

Maaf, ya, aku.

Aku sering memaksaku.

Menyuruhku melakukan ini dan itu.

Padahal, belum tentu aku mampu.

 

Maaf, ya, aku.

Sering bersedih untuk hal yang tak perlu.

Atau tak bersedih justru saat aku perlu.

 

Maaf, ya, aku.

Berkali-kali aku tak jujur padaku.

Aku berbohong kalau aku cukup.

Padahal, aku merasa masih mau melangkah lebih jauh.

 

Maaf, ya, aku.

Jarang meminta maaf padaku.

Tapi, satu yang harus aku tahu,

aku akan selalu menyayangiku,

selalu.

 

2026

 

 

 

Sudah Sepuluh Kaki Tingginya

 

Sudah sepuluh kaki tingginya aku terbang.

Entah di mana letak kesadaranku,

mungkin sedang jalan-jalan.

Akhirnya dia pergi sendirian.

Karena kalau menunggu denganku,

mungkin ia akan jamuran.

 

Sudah sepuluh kilometer jauhnya kutapaki jalan terjal.

Entah di mana letak kewarasanku,

mungkin sedang jalan-jalan.

Bisa jadi ia menyusul kesadaranku,

yang tadi pergi sendirian.

 

Sudah sepuluh meter dalamnya aku berenang.

Entah di mana letak ketakutanku,

mungkin ia bergabung dengan kewarasanku,

ketika ia hendak menyusul kesadaranku yang pergi sendirian.

 

Maka lengkaplah sudah,

kesadaranku, kewarasanku, ketakutanku,

mereka bertiga meninggalkanku.

Aku sendirian.

Ada yang kosong di dalam kepalaku,

tempat yang dulu diisi ketiganya.

 

Maka datanglah sudah,

kelalaian, kegilaan, keberanian.

Mereka duduk di ruang kosong itu.

Hanya diam dan menunggu,

kapan kiranya aku akan mengundang mereka.

Saat itulah,

aku lalai hingga cukup berani untuk jadi gila.

 

2026

 

 

 

Sepotong

 

Coba kukumpulkan harapan, sepotong demi sepotong.

Tapi, ternyata salah.

Karena kukumpulkan sepotong demi sepotong,

cepat sekali hilangnya.

Jatuh dan terinjak,

tercecer di mana-mana,

sembunyi di kolong meja.

 

Tuan-tuan dan Puan-puan!

Tolong kabari aku,

jika kau menemukan mereka!

Terima kasih!

 

2026

Penulis amatir. Tinggal di Semarang. Kota kelahirannya sengaja gak disertain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!