Siklus Beton

Tol Ong 

 

Ingin secepat cahaya

lalu lalang petir menyambar.

 

Ong mengernyit menyayangi titik

titik lajur-jalur mengukur penghabisan

kampung-kampung. Ada renung

 

jatuh satu pancang lepas pandam,

Perlahan Ong masukkan keturunan

dalam kantong kemih terdalam.

 

 

Tol Ol

 

Helm putih dikenakan. Ol

merasa selesai apabila warga

menolak penolakan.

 

Ol tol Ol tol

Tol Ol

Tol ol

Tolol.

 

 

Tol Ak 

 

Ak tahu benar pena ditangannya

hanya pena tanpa nyawa.

 

Ak tuntas benar bahwa parang

dan nasib warga adalah perjudian

membelah Tol Padang-Bukittinggi.

 

Tol dan Ak adalah musuh

Tol dan warga adalah jalan buntu.

 

 

Kon Tol

 

Lintasan harus disegerakan

Padang-Bukittinggi akan lebih

bahagia dalam kilatan.

 

Usai Kon membayangkan tol

ditahap persetujuan.

 

Warga tak kenal Kon

Kon tak peduli warga

warga mengemis ruang 

Kon menghempas surat-surat.

 

Kon dan tol

Kon tol.

 

 

Sebuah Upaya untuk Menolak Tol

 

Aku dipenjarakan

 

Pedagang bawang eceran dari pasar ke pasar. Saat ini berdomisili di Kabupaten Agam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!