

Ingin secepat cahaya
lalu lalang petir menyambar.
Ong mengernyit menyayangi titik
titik lajur-jalur mengukur penghabisan
kampung-kampung. Ada renung
jatuh satu pancang lepas pandam,
Perlahan Ong masukkan keturunan
dalam kantong kemih terdalam.
Helm putih dikenakan. Ol
merasa selesai apabila warga
menolak penolakan.
Ol tol Ol tol
Tol Ol
Tol ol
Tolol.
Ak tahu benar pena ditangannya
hanya pena tanpa nyawa.
Ak tuntas benar bahwa parang
dan nasib warga adalah perjudian
membelah Tol Padang-Bukittinggi.
Tol dan Ak adalah musuh
Tol dan warga adalah jalan buntu.
Lintasan harus disegerakan
Padang-Bukittinggi akan lebih
bahagia dalam kilatan.
Usai Kon membayangkan tol
ditahap persetujuan.
Warga tak kenal Kon
Kon tak peduli warga
warga mengemis ruang
Kon menghempas surat-surat.
Kon dan tol
Kon tol.
Aku dipenjarakan
Pedagang bawang eceran dari pasar ke pasar. Saat ini berdomisili di Kabupaten Agam.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!