

Di sini tidak perlu percaya.
Cukup hadir dan tekan suka.
Lalu bagikan
agar yang lain tahu
kau sudah di sini sebelum mereka.
Surga dibangun dengan data.
Dosanya satu: tidak relevan.
Aku menyebut namamu tiga kali
bukan karena rindu,
tapi karena kolom pencarian
tidak menerima doa
tanpa kata kunci yang tepat.
Kau unggah langit sore dari jendela kos dan menuliskan sesuatu tentang syukur.
Langit itu memang cantik.
Syukurnya mungkin juga tulus.
Tapi di bawah frame itu ada piring kotor yang tidak masuk gambar,
ada pesan yang belum kau balas sejak minggu lalu,
ada yang kau rindukan tapi tidak kau sebut namanya
bahkan dalam hati.
Tidak ada yang salah dengan langit sore.
Tidak ada yang salah dengan syukur.
Hanya saja, kita sudah lama belajar memotong bagian yang membuat kita manusia.
Pak Wayan tidak pernah tanya kabarmu dengan emoji. Ia cuma menuang kopi, duduk di seberang meja, dan diam yang ia bawa terasa lebih jujur dari semua caption yang pernah kau tulis.
Orang-orang datang ke sini bukan karena kopinya bagus,
sebab kopinya memang tidak begitu bagus.
Mereka datang karena di sini tidak ada yang perlu dibuktikan.
Kau boleh salah ngomong.
Kau boleh tertawa terlalu keras.
Kau boleh pulang tanpa kesimpulan.
Di luar sana ada ribuan kafe dengan lampu kuning yang cantik,
tapi tidak ada yang mau duduk lama-lama kalau fotonya sudah jadi.