Seni Menghargai Diri Sendiri

159

Bangun pagi. Tidur tidak nyenyak karena kepikiran tugas yang ini. Tugas yang itu. Masalah yang di sana. Masalah yang di sini. Pusing sekali. Mengecek handphone dan kaget karena sudah nambah tugas lagi. Tambah masalah lagi.

Kalau hanya sehari dua hari tidak apa. Kalau setiap hari? Sepanjang tahun? Selama puluhan tahun? Pasti otakmu stres dan lelah. Pasti badanmu sakit dan lemah. Pundakmu pegal setiap waktu memanggul beban tugas.

Kamu berusaha mengerjakan semua tugas, dan menyelesaikan masalah-masalah yang bahkan bukan milik kamu. Kamu terlalu baik, bukan?

Kadang kamu bertemu manusia yang membuat kamu tidak habis pikir. Manusia yang menjengkelkan sampai ingin kamu lempar sandal. Manusia yang bikin kamu cuma bisa mengelus dada. Tapi kamu tidak marah. Kamu malah bantu dia supaya tidak kena omel dosen atau atasan. Kamu orang yang sabar, bukan?

Terkadang kamu menemukan sesuatu yang tidak kamu pahami. Tidak kamu mengerti. Kamu pelajari itu pelan-pelan. Satu-satu. Ulangi lagi, ulangi lagi, dan lagi. Dan akhirnya kamu paham walau hanya lima menit dan kemudian lupa lagi. Kamu berusaha keras, bukan?

Ada tugas bersama yang terlantar dan kamu berpikir, “Kalau bukan saya, siapa lagi?” Kemudian kamu mengerjakan tugas itu. Kamu berpikir, “Yang penting tugasnya selesai.” Bahkan jika itu bukan bagian yang harus kamu kerjakan. Kamu peduli sekali, bukan?

Ada kejadian-kejadian yang tidak terduga dan membuatmu yang sudah pusing jadi pening. Kejadian yang mengejutkanmu hingga kamu yang awalnya sudah bingung jadi tambah bingung. Tapi kamu bisa menghadapinya saat itu juga. Kamu kuat, bukan?

Kamu berani ikut lomba, kepanitiaan, organisasi yang bisa mengasah bakat kamu. Padahal kewajiban kamu sudah berat dan cukup membuatmu tidak tidur tepat waktu. Kamu berani mengambil risikonya dan kamu bisa melaluinya. Kamu berani juga, bukan?

Kamu berusaha mengulang sesuatu yang gagal kamu lakukan sebelumnya. Kamu berusaha untuk menjadikan hasilnya lebih baik. Walau kadang memang tetap sama saja. Tetapi kamu tetap berusaha. Kamu orang yang gigih, bukan?

Sebenarnya kamu itu hebat. Kamu saja yang tidak sadar. Kamu saja yang tidak memperhatikan dirimu sendiri. Kamu selalu melihat orang di sekitarmu. Membandingkan kamu dengan mereka. Kamu ingin mereka memujimu. Kamu ingin mereka mengapresiasimu.

Padahal kamu hanya butuh pujian dari diri kamu sendiri. Kamu itu baik, sabar, berusaha keras, peduli, kuat, berani, juga gigih. Seharusnya kamu mengapresiasi semua itu.

Walau kadang kamu tidak bisa melakukan semuanya secara baik. Masih kurang di banyak hal. Walau kadang mengecewakan banyak orang. Walau kadang usahamu sudah keras dan dikhianati. Kamu tidak perlu menjadi sempurna sepanjang waktu. Kamu juga manusia dan kamu harus ingat itu.

Hari-harimu sudah berat. Bebanmu sudah banyak. Otakmu sudah penuh. Tangan dan kakimu sudah sakit. Seluruh badanmu juga selalu mengeluh. Pujilah dirimu sendiri. Dirimu juga perlu dipuji.

Ucapkan terima kasih dan pujian pada dirimu sendiri. Dia juga berhak menerima itu.

Dia sudah bersikap baik dengan orang lain. Dia orang yang sabar. Dia orang yang berusaha keras. Dia bertahan menghadapi hari-hari panjang. Dia berani memulai hal baru. Dia sudah gigih selama ini. Dia sudah bertahan sejauh ini. Ucapkan terima kasih padanya.

Sebelum tidur coba ucapkan kalimat yang baik untuk diri sendiri.

“Kamu sudah berani hari ini.”

“Kamu sudah banyak belajar hari ini.”

“Kamu sangat baik hari ini.”

“Kamu sudah bekerja keras hari ini.”

“Kamu melakukan yang terbaik hari ini.”

Coba tenangkan dirimu.

“Tidak usah dipikirkan lagi, ayo tidur.”

“Tidak apa-apa. Gagal itu wajar.”

“Hal semacam itu biasa. Banyak orang juga melakukannya.”

”Besok akan menjadi lebih baik. Meski ada yang gagal, tetap berikan pujian untuk dirimu sendiri dan beri kalimat penenang.”

Jangan lupa ucapkan terima kasih pada dirimu sendiri. “Terima kasih untuk hari ini.” “Terima kasih sudah bekerja keras hari ini.” “Terima kasih sudah sampai sejauh ini.” “Terima kasih sudah menjadi lebih baik dari yang kemarin.”

Kamu itu berharga. Kamu itu berhak dihargai. Kamu itu prioritas diri kamu sendiri. Kamu itu baik. Kamu itu sabar. Kamu itu selalu berusaha keras. Kamu itu peduli. Kamu itu kuat. Kamu itu berani. Kamu itu gigih. Kamu itu spesial. Semua orang dilahirkan spesial, bukan?

Lalu ucap pelan-pelan kalimat ini di dalam hati, pelan sekali: terima kasih aku, sudah menjadi aku yang sekarang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.