Self Love bukan Sekadar Kasih Makan Ego

135

Self-love atau cinta diri didefinisikan sebagai mencintai, menghargai, dan menyayangi diri sendiri. Mencintai diri sendiri juga diartikan sebagai keadaan dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan pada diri sendiri, menghargai diri sendiri, memberi dukungan pada diri sendiri, dan berbuat baik untuk diri sendiri, serta berusaha memaafkan diri sendiri saat berbuat salah.


Self-love sering kali dilupakan oleh kebanyakan orang. Bahkan banyak pula yang menyalahartikan bahwa self-love tidak jauh beda dengan egois. Padahal tentu saja keduanya memiliki perbedaan.

Self-love adalah keadaan ketika seseorang memiliki kekurangan, maka seseorang itu akan menerimanya, sedangkan egois memaksakan agar keinginannya terwujud. Jadi, self-love lebih ke arah positif, sedangkan egois lebih ke negatif. Ya, gampangnya sih kasih makan ego.

Berbicara mengenai menerima kekurangan diri sendiri, sosial media terkadang membuat kita sulit untuk menerapkannya. Ketika sesorang membuka akun sosial medianya, lalu melihat orang lain, pada wajahnya yang dinilai lebih cantik, kehidupannya yang terlihat lebih bahagia, karirnya yang terlihat lebih cemerlang, dan semua yang terlihat lebih dari yang dimilikinya saat ini, orang tersebut akan merasa bahwa dirinya memang kurang.

Padahal belum tentu apa yang dilihat di media sosial adalah keadaan sebenarnya. Mengingat banyak sekali kebohongan yang hanya digunakan agar terlihat baik di mata orang lain, atau istilahnya cari perhatian. Hal tersebut membuat iri dan berujung membanding-bandingkan apa yang dimiliki dengan yang dimiliki orang lain.

Kemudian orang itu akan merasa ingin sekali menjadi seperti orang lain. Contohnya ingin kehidupan yang mewah, atau ingin memiliki penampilan yang bagus seperti orang lain. Sebenarnya tidak ada salahnya jika kita menginginkan hal tersebut, karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini, penampilan yang baik akan mendapat penilaian yang lebih. Akan tetapi, bukan berarti kita harus memaksakannya.

Banyak orang yang merasa frustasi hingga depresi karena hal tersebut. Orang-orang itu adalah orang yang kurang akan rasa bersyukur, dan melewatkan self-love atau mencintai diri sendiri. Tidak perlu jauh-jauh, karena saya sendiri pun juga sering seperti itu.

Merasa iri dengan orang lain, dan merasa bahwa diri sendiri tidak memiliki membuat saya frustasi. Merasa dunia tidak adil. Lalu menjadi beban pikiran di setiap malam. Hingga akhirnya saya sadar bahwa saya kurang bersyukur dan kurang menghargai apa yang saya miliki saat ini. Saya juga terlalu memaksakan diri untuk bisa lebih atau minimal sama dengan orang lain.

Karena frustasi dan lama-lama merasa lelah, akhirnya saya berusaha untuk lebih mencintai diri saya sendiri. Bukan menyerah untuk berusaha menjadi lebih baik, tetapi lebih ke menghargai diri saya sendiri, memahami seberapa besar kemampuan saya, mencintai diri sendiri.

Mencintai diri sendiri memang terdengar sepele, tetapi tanpa disadari, hal ini sangat penting untuk menjalani hidup yang berat ini. Ketika merasa berada di masa sulit, atau berat, maka self-love adalah solusinya.

Kita harus bisa mencintai diri sendiri. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, seperti me-time atau meluangkan waktu untuk diri sendiri. Hal ini sangat sepele dan sering sekali diabaikan, karena dianggap malas-malasan. Padahal ini bermanfaat bagi diri kita, karena kita bisa menjernihkan pikiran sehingga tidak melulu memikirkan tentang orang lain.

Dengan me-time, kalian bisa lebih menghargai diri sendiri. Tips saat me-time, jangan membuka sosial media. Lakukan hal-hal yang kalian sukai, seperti membaca buku, belanja, jalan-jalan, atau melakukan hal lainnya. Percaya atau tidak, hal tersebut dapat menjernihkan pikiran.

Selain me-time, dalam self-love juga mencobalah untuk memaafkan diri sendiri. Kebanyakan orang yang melakukan kesalahan, baik kecil maupun fatal akan menyalahkan dirinya sendiri. Bahkan merasa dirinya tidak becus dalam melakukan suatu hal. Itu adalah hal yang sangat tidak baik.

Daripada menyalahkan diri sendiri, cobalah untuk mengevaluasi dimana yang membuat kalian gagal atau melakukan kesalahan, apa yang menyebabkan kalian salah. Lakukan secara perlahan, bukan dengan terburu-buru, santai tapi serius. Serius tapi santai.

Saya sudah mencoba menerapkannya. Dengan me-time dan memaafkan diri sendiri. Pengaruhnya baik untuk hati dan pikiran. Pikiran dan hati menjadi jernih, tidak merasa tertekan, dan bisa terhindar dari frustasi ataupun depresi. Kita juga bisa lebih menerima dan bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.

Jangan mudah tergiur dengan apa yang dimiliki orang lain, karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita hanya perlu bersyukur atas apa yang kita miliki. Sangat diperbolehkan jika ingin meningkatkan yang kita miliki agar lebih baik, akan tetapi juga perlu introspeksi dan dipikirkan matang-matang.

Terkadang memang kita disarankan untuk keluar dari zona nyaman, tetapi setiap orang juga memiliki porsinya masing-masing.

Mana yang baik, mana yang kurang baik, atau bahkan mana yang tidak baik bagi setiap orang itu berbeda-beda. Tetap bersyukur pada apa yang dimiliki, jangan iri apalagi sampai dengki. Just enjoy your life.

  1. sonn says

    thanks a lot, I’m having a hard time working on self love lately, and this reminds me not to give up on it, thank you

Leave A Reply

Your email address will not be published.