

pagi ini yang pertama menyapaku
bukan matahari di jendela
tapi bunyi notifikasi
yang lebih rajin daripada ayam tetangga
iklan pinjaman datang duluan
disusul promo diskon yang tak kubutuhkan
lalu pesan seseorang yang dulu kucinta
yang sekarang cuma menanyakan kabar
kota ini semakin ramai
tapi percakapan semakin pendek
orang-orang mengetik perasaan
seperti menulis alamat yang salah
akhirnya kuputuskan mematikan data
mendengarkan angin lewat di atap seng
dan baru sadar dunia ternyata masih ada
tanpa bunyi ting setiap lima detik
aku bertemu lagi denganmu
di warung kopi yang sama
meja plastiknya masih goyang
seperti dulu waktu kita sering bertengkar
kamu memesan kopi hitam
aku teh hangat seperti biasa
pelayan baru tidak tahu
di meja ini pernah ada masa depan
kita berbicara tentang hal-hal ringan
cuaca, pekerjaan, dan jalanan macet
tidak ada yang menyebut cinta
seperti dua orang yang pura-pura lupa
ketika kamu pulang lebih dulu
kursi di depanku kembali kosong
aku baru sadar beberapa orang
tak benar-benar pergi dari kenangan
di kota kecil ini
lampu paling jujur bukan di kantor lurah
tapi di warung yang buka sampai jam dua
tempat malam berhenti sebentar
orang-orang datang
bukan cuma buat kopi sachet
kadang buat menunda pulang
kadang buat pura-pura kuat
ada yang baru putus
ada yang baru gajian
ada yang pura-pura bahagia
sambil main hp
ibu warung tidak pernah bertanya apa-apa
ia hanya menuang air panas
seolah tahu beberapa luka
cukup diseduh pelan-pelan
Akrab disapa Dita merupakan 10 besar Duta Anugerah Competer Indonesia 2026. Kerap menjuarai lomba puisi. Karyanya telah dipublikasi di media online, Perpusnas, Balai Bahasa Jawa Barat, Bastera Lampung, Paberland, Bacaan Media, Tirastimes, sepenuhnya.com, Sastra Lumpur, dan banyak lagi. Instagram @book.wormholic
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!