

Teruntuk setiap keping warna-warni dunia dan keindahannya
Semoga tak menjadikan diri tamak kenikmatan sementara
Tuhan…
Engkau telah menciptakan sebegitu sempurna
Sementara aku menodai hidupku dengan dosa
Aku menjadi manusia hina karena prasangka yang taat kupelihara
Culas lagi buruk sangka
Aku bagaikan noda
Hanya bisa terhapus ampunan-Mu
Tuhan…
Untuk setiap harap izinkan aku memohon
Izinkan aku melewati malam penuh kedamaian
Tanpa buruk sangka dan ketakutan
Izinkan aku mengawali pagi dengan syukur
Atas hidup yang kau berikan
Izinkan aku menjalani siang
Dengan semangat perjuangan dan senyum kebahagiaan
Corak pelangi dalam kehidupan
Menyirat makna dari Sang Pencipta
Ada hitam, ada putih
Ada malam, ada siang
Belas kasih berkepanjangan
Lenyap bersama angin putih tak karuan
Seribu banding satu
Menjadi bukti hukum alam berlaku
Tuai…
Tunai…
Surat tak tertulis dari sang raja
Hembusan angin mengeluarkan bara
Tanpa henti untuk dilinting
Keroncong bunyinya
Kerikil kecil terikat
Panas dingin tak terasa
Keringat basah di atas punggung
Senyum sumringah di muka
Pelebur atas dahaga
Jangan samakan fajar ketika terbit
Beda rasa beda cerita
Air bah bercampur liat
Keruh pekat penghancur lebur
Terurai tak lagi satu
Batu berjaz baja
Mustahil menjadi pelindung
Tersisa kepingan mutiara
Coklat manis beraturan
Riuh hara menghembus benalu
Cikal bakal tunas subur
Nyala orange kekuning-kuningan
Terpancar membara
Menyelimuti ruang bisu
Kertas-kertas lusuh pencari mangsa
Mendekati diri yang tak tau apa-apa
Tajamnya melebihi katana
Kecil mungil wujudnya
Lunak tanpa ada tulang
Sekali sayat menggores luka
Terobos laju cepat
Berdiam diri dalam kehampaan