

kacamataku berdarah-darah
bukan sebab aku menyaksikan kecelakaan
tapi baru saja kucolok dalam mesum penglihatan.
sempakku berdarah-darah
bukan sebab aku sedang datang bulan
tapi baru saja kucincang habis kejantanan.
kaosku berdarah-darah
bukan sebab aku ditikam
tapi baru saja kubunuh hati yang
inginkan tubuhmu telanjang.
hidupku berdarah-darah
bukan sebab aku dijajah
tapi sebab hidupku bergelimang rasa bersalah.
2025
Delima memuji Tuhan
padahal seperti Lisa
Ia juga tidak kenal Tuhan.
Delima memuji Nabi
padahal di internet
Ia hanya menemukan wajah Jokowi.
Delima memuji orang-orang yang terus melawan
padahal ia sendiri tak pernah aman
berulang kali hampir menjadi korban.
Delima memuji malaikat
hewan
tumbuhan dan
semua ciptaan Tuhan
sebab mereka terus beribadah
dengan cara yang ditentukan.
2026
sore ini, dengan kesedihan yang
bertengger di pundakku cari letak kata-kata
dengan perlahan, tak terburu-buru, sedikit terbata-bata
ku telusuri di mana maknanya ketika sudah jadi bait doa.
mungkin di rumah sana ibu sudah bangun dan
mulai menghidupkan nyala kompornya
menghangatkan lauk-pauk penyambung hidup anak-anaknya
sambil meneteskan air mata, menyusun lagi cita-cita.
sedang di rumah sini bapak merana
meraba, menerka di mana dan kapan tiba ujungnya
bersitatap dengan langit dan bertanya
akan jadi manusia seperti apa buah-buah hatinya.
mungkin akan jadi pecundang
mungkin akan jadi pemenang
mungkin akan jadi orang
yang tak mungkin mereka ada di langit
tanpa pesawat terbang.
2025
Memamu Dezek, nama pena dari Muhammad Rizqi Fadilah yang berarti doa: (semoga) menuju mati muda dengan seksama. Amin. Instagram @memamudezek
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!