Puja dan Puji Rasa

Puja dan Puji Rasa

 

pada desir angin pantai, redupnya senja, dan diammu sore itu:

aku memujamu.

atas apa-apa yang indah pada wujudmu:

tenangmu, senyummu, dan tatapan teduhmu.

 

memang benar, bukan sekali aku menjumpa rasa yang sama,

namun tetap saja berbeda.

kamu berbeda.

sebab hadirmu di waktu ini, merupakan anugerah semesta

untuk mengajariku arti bahwa apa-apa yang ada

tidak harus dikejar ataupun mempercepat temponya.

 

perlahan

dan cukup perlahan,

lantas semua akan ada waktunya.

 

pada segaris senja yang tersisa sore itu,

dengan senyum indah dan penuh ketenanganmu,

aku memuja dan memuji pada pemilik jiwaku.

untuk hadirmu

dan untuk segala indahmu.

 

21 September 2022

 

 

 

 

Cintanya Sia-Sia 

 

sekali lagi pada senja,

aku menolehkan kepala.

mengingat-ingat rasa sakitnya,

yang kutitipkan beberapa tahun lalu padanya.

 

aku yakinkan bahwa,

tidak ada cinta yang sia-sia.

terlebih cinta kepada masa remaja;

semangatnya yang membumbung tinggi ke angkasa,

tawanya yang berada di antara tawa lainnya,

dan tekunnya pada sederetan soal matematika

 

lantas kala itu

lari dan tawanya tiba-tiba berhenti,

begitu saja.

wajahnya terlihat lelah di balik jendela kaca bus Kenanga,

di mana senja masih terlihat garang mengobarkan jingganya;

di antara lelah, mengingatkan bahwa ada yang sia-sia dari cintanya.

cinta tanpa dasar dan tujuan. 

 

dan sebuah paradoks benar adanya:

cintanya sia-sia.

 

22 September 2022

 

 

Bahagia yang Cukup

 

“semoga bahagia selalu dicukupkan untukmu…”

 

setahun lalu aku tertawa saat ia mengatakan itu.

meski ragu, diam-diam ku ucap amin

dengan sungguh dalam hati.

menganggapnya doa paling tulus sepanjang tahun itu.

 

wajahnya yang teduh.

angin yang menyapu lembut.

debur ombak yang saling bersahutan.

dan sore yang terasa begitu magis.

 

haha… lantas,

bagaimanakah bentuk bahagia

yang cukup itu kak?

 

aku yang kurang bersyukur, atau

bahagiaku memang belum

mau mampir?

 

atau memang

orang yang banyak luka sepertiku,

tidak pantas menerima bahagia

yang katamu cukup itu?

 

29 Agustus 2023

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!