Puisi-Puisi Puasa (Bagian II)

Hari Ketiga

 

Embun pagi hari Ramadan

Tanda hari indah kan datang,

Ada kemenangan di ujung

Selamat, salam, selalu terhubung.

 

Tapi kepalsuan tetap ada

Hinggap di lentera atau kemeja,

Di saku-saku celana,

Dan rumah tanpa warna.

 

April 2022

 

 

 

Doa-Doa Berserak

 

Amin tersebar di mana-mana

Tanda iman semakin tebal,

Amin tersebar di langit juga jalanan

Tanda manusia semakin tak kuasa.

 

Tapi apa kau lihat cahaya di sana?

Di balik baju putihnya,

Di balik harum wewangiannya,

Di balik muka berserinya, sungguh

Tiada yang tahu kecuali Diri-Nya.

 

 

 

Neraka Dunia

 

Di dunia ini semua adalah angka

Si Tua atau yang Muda,

Berkuda atau Beroda,

Tipu daya dan dusta

Sudah jadi sarapan hamba.

Ohhhh Maha Kuasa

Segeralah turun ke semesta

Memberi yang kurang,

Menghukum yang perang.

 

Hijau dunia, putih awalnya

Rumput dan laut

Berkoar pada tempatnya.

 

Cukupkah manusia?

Dengan segala keterbatasannya

Cukupkah alam semesta?

Dengan segala penderitaannya

Lalu, cukupkah Hamba?

Dengan segala dosanya.

 

 

 

Kami Berserah?

 

Sungai kehidupan begitu rumit

begitu banyak hilir

saling berganti dan mengalir,

walau begitu, sungai kehidupan itu

tetap hadir karena satu hulu.

 

Di dalam jernih dan kotornya

Meski terlihat menyatu,

Kenyataanya mereka pada tempatnya.

 

Dan kita semua tahu,

Bahwa sungai kehidupan itu

Memiliki ujung yang satu,

Walau begitu, sungai kehidupan itu

Menuju kepada-Mu.

 

2023/21

23 tahun. Tinggal di kota angin alias Majalengka. Mahasiswa Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia UNMA. Suka menulis dan mendengarkan musik sembari ditemani kopi dan tentu saja sambil membaca buku. Instagram @kosmoplit_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!