Bangkai Hidup

Perjalanan masih cukup jauh
Asa tergesa merindu rumah
Dalam hening
Setiap orang bergelantung
Raga tegak, Jiwa remuk
Dilindas roda kehidupan.

Dari gawai mereka mencari rahayu
Sadar diri tak akan temui
Cukup lah untuk sembunyikan
Luka memar di sekujur badan
Oleh cambuk rantai makanan

Jika sadar
Suasana ini ramai
Oleh jerit beban dalam pikiran
Cicilan
Makanan
Tetangga yang semakin kaya

Di dalam ular besi
Ada dunia ilusi
Semua penghuni
Acuh tak peduli
Larut pada ambisi
Menjadi seorang priayi

Mereka berlomba
Cepat-cepat menjadi gila
Setiap hari
Selalu bertambah peserta
Tak ada habisnya.

2018

 

Kelana rohani

 

#1

Dua hari perjalanan berkuda
Empat botol arak tandas
Enam orang besar aku tanya
Kita tetap tidak jumpa

Berhenti di sebuah desa
Membeli bekal
Lanjutkan kelana
Mencari sebuah Nama

#2

Lima kali senja
Terlewat dengan sia-sia
Petandapun tak ada
Aku hampir putus asa

Mati sudah aku dilahap Tanya
Di tengah gurun sahara
Menangis darah tanda pasrah
Dalam rasa gelisah aku menyerah

3#

Detak jantung makin kencang
Kulit terbakar terbakar sampai matang
Terjebak pada sebuah pencarian
Mati terkubur ambisi

2018

 

Perempuan dari lembah

 

Sejuk ada di atas gunung
Nikmati secangkir kopi
Bersama pisang goreng
Di muka kenangan

 

Malam tiba
Dingin tak terbendung
Tarian kunang-kunang
Meminta untuk dikenang

Dari lembah
Senyum beradu terbit fajar
Mengembang halus
Memperindah yang telah indah

Dewa memberi isyarat
Jangan cepat tanggal
Anugerah semesta
Dalam puncak performa

2018

 

Alerta

Mawas diri
Bunga matahari telah pergi
Gusar akan segera tiba
Malam ini rela harus terjaga

Berjalan di atas seutas benang
Rombongan hitam bergerak menantang
Semoga sampai di ujung bentang
Salah langkah masuk kandang

Riuh sorak seragam cokelat
Mengemis belas hormat
Harimau tolol siap serang
Pantang pulang sebelum bawa uang

Nelangsa tak akan dating
Jika tidak diundang
Mawas diri teman
Oh alerta, alerta
Panjang umur kebaikan

1 Mei 2018

 

Apes

i

Puan menangis kayuh sepeda
Belok kiri mencari hening
Piama basah sampai kembali kering
Puan sembunyi di balik
Sebongkah kalimat bijak

I

Burung camar enggan terbang
Menggali tanah membuka jalan
Manusia jahat tak peduli
“semesta rangkul aku”

ii

Tuan panik merogoh kantong
Harap cemas temukan receh
Sepotong serbet lusuh yang ada
sisanya khayalan yang tak nyata.

II

Sepasang ular kepalang tanggung
Susuri pematang berbatas api
Jauh lebih baik mati
Terang repot hidup begini.

2018