

Aku adalah sang pemabuk.
Hampir satu dasawarsa aku menggiatinya.
Sudah beberapa tahun ke belakang aku merapalkan doa-doa untuknya.
Apakah Dia Yang Maha kaya mendengarnya?
Aku adalah sang pemabuk.
Sudah beberapa botol yang kutenggak kali ini?
Ah, sial. Aku hampir melupakannya.
Betapa rasa gelisah ini tidak pernah hilang.
Di sela rapalan doa-doa yang kupanjatkan,
kutenggak segelas bir terakhir,
sambil berharap sang dermawan menurunkan berkahnya dari segelas bir terakhir.
Dikisahkan, cerita dan musik beresonansi bagi sang pendengar.
Naasnya, hujan seketika turun dan membasahi kulit,
Seakan turut mendengar betapa indahnya alunan cerita dan musik yang telah bersatu.
Kami, yang merupakan bagian dari Adam dan Hawa, bersama mendengarnya.
Meski tumpul dan menyedihkan, kami masih mengingat gema alunan nada surgawi.
Oh, cerita adalah hidangan para pecinta.
Kami memamahnya seperti sebuah hidangan mahal.
Oh, musik adalah sajian para penikmat.
Kami menghayati setiap lumatan yang masuk ke dalam mulut,
Sementara perlahan kami turut mendengarkannya.
Persembahan Orang Kalah
Demi langit dan bumi yang kusinggahi,
Aku bersumpah menjadi orang yang akan menang!
Dengan persembahan yang kusajikan, walau senampan yang berisikan tujuh warna bunga.
Aku yang sedang merajut takdir kemenangan,
Memohon agar tak menjadi orang yang kalah saat ini.
Begitu banyak halang rintang yang kutemui.
Naasnya, aku tetap kalah melewatinya.
Kali ini, aku persembahkan seekor kucing kecil yang hampir dimakan induknya.
Berharap kekalahan itu berakhir saat ini juga.
Kalaupun masih belum berhasil, akan kusajikan lagi persembahan yang lebih baik,
Agar aku bisa merasakan sebuah kemenangan yang panjang.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!