

belakangan ini aku
kerap dan gemar ke toko buku. mencari
sebuah buku puisi dari daftar keinginan
yang aku ingin sekali membacanya.
dan biasanya aku minta diantar
seorang teman
ke sana.
tapi temanku yang tidak suka membaca
buku puisi
dan tidak pernah bersentuhan dengan
buku puisi.
aku punya banyak teman pembaca
buku puisi. mereka adalah puisi-
puisi yang membaca aku.
sedang aku menjadi buku puisi
kepadaku sendiri untuk
mencintai diriku sendiri.
atau aku menjadi buku puisi
kepada toko buku yang
aku cintai.
tapi belakangan ini
aku menjadi buku puisi
kepada toko buku yang
aku cintai.
aku sedang mencarinya dan ingin
membelinya di toko buku. tapi
aku tidak ingin diantar
oleh temanku yang suka membaca
buku puisi
dan pernah bersentuhan dengan
buku puisi.
Jakarta, 2026
adakalanya aku tidak punya cukup uang
untuk membeli buku puisi dan
membacakannya untuk diriku
sendiri. itu membuatku
merasa mati. merasa,
aku mati. sudah menjadi
tradisi menahan
lapar demi beli
buku puisi.
kali ini berbeda. aku merasa lapar, tapi
aku tidak membeli buku puisi.
(perasaan macam apa ini)
tapi aku punya
solusi.
kutulis puisi untuk diriku sendiri dan
aku bacakan untuk diriku sendiri.
sampai aku punya cukup uang
untuk membeli buku puisi. jika
dibaca oleh selain aku. sungguh,
aku tidak peduli. biarlah
itu menjadi urusan
pribadi.
Jakarta, 2026
perkenalkan, ini teman barumu,
teman abadi. dan kau kan
mengabdi kepadanya. sebut dia,
media so(sial).
tempat jiwa-jiwa kesepian
mempertontonkan kesialannya
di hadapan banyak orang.
dan tak seorang pun ingin
kesendirian dan berusaha
menjadi sial dan kesepian.
perkenalkan, ini teman barumu,
teman abadi. dan kau kan
mengabdi kepadanya. sebut dia,
media so(sial).
siap menjauhkanmu dari kesendirian,
namun licik mendekatkanmu pada
kesialan dan kesepian.
Jakarta, 2026
katanya negaraku,
ahli kajian hitung-menghitung.
dan bercita-cita jadi matematikawan.
tapi memecahkan satu soal
pembagian kesejahteraan rakyatnya
saja ia tak pandai dan gagal.
katanya negaraku,
ahli kajian masa lalu-masa kini.
dan bercita-cita jadi sejarawan.
tapi mengingat maupun peduli
dosa-dosa sejarah dan sejarahnya
saja ia tak pandai dan gagal.
begitu pula dengan
-wan,
-wan,
-wan,
-wan,
-wan, -wan
-wan,
-wan,
-wan,
-wan,
lainnya.
ia
tak
pandai
dan
gagal.
Jakarta, 2026
Seorang pemuda acak biasa asal Jakarta yang menasbihkan waktunya untuk studi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan membaca karya sastra.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!