Pesantren Ramadan Lansia: Apa Itu dan Mengapa Layak Ada Lagi?

Siapa pun layak setuju kalau usia tua bukanlah halangan untuk terus mencari ilmu (semua ilmu, ya). Justru, dengan ilmu itulah derajat manusia diangkat oleh Allah Azza wa Jalla. Semangat inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya kegiatan “Pesantren Ramadan Lansia” yang digagas oleh ibu-ibu Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan yang sarat manfaat ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut di Masjid Al-Ittihad Muhammadiyah Purwakarta. Tujuannya sesederhana mengisi waktu senggang para lansia di bulan Ramadhan dengan aktivitas yang tetap produktif, bernilai, dan tentu saja berpahala (kalau kamu percaya, kalau tidak ya sudah).

Pesantren ini menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya. Ada Mego Husodo, S.E., S.Psi., M.Psi., M.Fc. sebagai psikolog dan konselor, dr. Nur Hayati Syahid sebagai dokter umum, serta siraman rohani dari Ustadzah Dewi Purwati Ami, S.P. Perpaduan materi kesehatan, psikologi, dan keagamaan menjadikan kegiatan ini terasa utuh.

Yang menarik, para peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan kekhidmatan. Tidak ada kesan sekadar mengisi waktu, malahan suasananya terasa hidup dengan adanya sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan cair. Para lansia tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berdialog, berbagi pengalaman, bahkan sesekali bercanda. Ya, seperti berada di studionya Mama Dedeh saja. Curhat donk~

Mengapa ini Penting?

Hm, sering kali usia tua diidentikkan dengan masa berdiam diri, mengenang masa lalu, dan menikmati waktu saja (cakep!). Namun, kegiatan ini mematahkan anggapan tersebut. Usia tua bukanlah titik akhir produktivitas, melainkan fase baru untuk memperdalam makna hidup. Iya, se-simple itu, kan? Ya anggaplah support group versi syariah.

Pesantren Ramadan Lansia yang untuk pertama kalinya diadakan pada tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Para peserta, yang sebagian besar sudah tidak lagi muda justru menunjukkan semangat luar biasa hingga kegiatan berakhir.

Penulis berpikir, justru yang mereka lakukan sejalan dengan sabda Rasulullah,

“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.”

Pesan yang mungkin terdengar basi dan sepele, tapi pada faktanya, hidup kan memang tentang belajar~

Melihat semangat para lansia ini, penulis teringat pada ungkapan Imam Syafi’i yang bilang gini,

“Barang siapa yang menghendaki dunia, maka hendaklah ia berilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat, maka hendaklah ia berilmu.”

Kalimat tersebut rasanya relate sekali.  Hidup di dunia membutuhkan ilmu sebagai bekal keterampilan dan kemampuan. Sementara itu, kehidupan akhirat pun (memang) menuntut kita untuk memiliki ilmu.

 

Penutup

Kegiatan seperti ini rasanya layak untuk terus dilanjutkan, bahkan diperluas. Tidak hanya di Masjid Al-Ittihad, tetapi juga di masjid-masjid lainnya, atau tempat-tempat ibadah lainnya juga. Sebab, kebutuhan akan ilmu bukan cuma jadi kebutuhan generasi muda, tetapi juga para lansia yang ingin menutup waktu-waktu terakhirnya di dunia dengan bekal terbaik.

Barakallahu fiikum.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
meritbet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet güncel giriş | jojobet | jojobet | Meritbet |