

Dalam psikologi sublimasi adalah cara paling sehat menangani gejala jiwa tumbang, mata kosong, dan cacat pikir lainnya.
Kau bisa memulainya dari kertas belakang struk transaksi poli jiwa, ejaan sederhana dan alat tulis berupa darah.
Sejak kesehatan mental menjadi isu ulama masyarakat
Serentak orang-orang mulai hidup dengan telinga, serta hati yang sudah berwudhu setelah dinodai berita nadi gantung.
Maka kukatakan padanya, jangan lagi menangis
Bicaralah secara jujur selagi Sabtu menyambut riang orang-orang yang hendak berciuman.
Suatu hari aku melihat aku yang tengah berjalan lurus masih dengan sandal jepit kuning yang sudah tak lagi minat satu warna dengan matahari sebab kuning yang ini sudah berwarna jamur karena sering mengantongi anti depresan dan jika satu pil hilang ia akan merobek ayat suci tanpa disengaja. Sendal kuning suka sekali berbicara banyak hal tentang kedai kopi yang berbaik hati menampung sepi, kopi-kopi hangat dipinggir jalan yang suka mengeluh dijadikan pelarian, atau tentang ruko kosong yang selalu diteduhi saat hujan, ia berpikir apakah kalian memang seperti itu manusia? Butuh lalu meninggalkan, perlu tetapi lagi-lagi berlalu? Aku tahu cara mempertegas bahasa, jadi kuinjak ia sampai talinya putus : lya.
Sekali lagi Arjuna minta maaf, karena selalu ketiduran di jam kerja, dan berkali-kali mendapat teguran sebelum pulang.
“Ini bukan kantor nenek moyangmu.” “Kalo disiplin aja sulit, gimana mau bangun rumah tangga?”
Arjuna selalu jadi bahan omongan di jam istirahat. Orang-orang melebihi cerita demi hawa nafsu semata, lupa bahwa mereka pun tengah telat berbenah diri.
Arjuna kehilangan ibunya pada saat ia mengakui bahwa dirinya tak lagi sendiri. Setelahnya, ia ke kelimpungan mencari mana tak kunjung sampai.
Mereka selalu membicarakan punggung Arjuna yang berdarah-darah setiap datang. Hari itu, Arjuna datang dengan tubuh yang tiada lagi menumpahkan darah. Tulang punggungnya resmi patah, ditancapkan di sebelah batu nisan.
Mula-mula poleskan sedikit aroma masa lalu pada bagian yang sakit
Semacam : pertemuan bahagia ketika bibir mereka menyatu Rasakan sensasi setiap detik di bagian kalut- kalutnya
Jika radang insomnia masih menjadi, cukup bacakan kembali mantra yang pernah ia katakan ; bahwa ia akan selalu menetap, bahwa ia alergi meninggalkan, bahwa kau aman bersamanya
menyisipkan pesan-pesan manis di saat kehidupan mulai runtuh Jika di hari mendatang sudah tidak lagi tertolong,
mulailah menangis Gigitlah bibir keras supaya kau tersadar ini bukan lagi mimpi dan kau harus terbangun
Masa lalu harus digigit
harapan terkuras
Tontonan sudah selesai
Persiapkan jari-jarimu untuk menggenggam mata lebih sering
Untuk menentang keras bahwa di donat itu sama sekali tidak ada rasa manis ialah dengan mengguyurnya menggunakan air mata,
jika mereka bertanya punya siapa jawab saja sejujurnya, mata yang dapat bertanya di mana letak Tuhan.
Aku sudah mengais banyak pertanyaan sejauh ini, maka dari itu aku buat donat saja, itu pun ditemani Arabika.
Sebelum buat donat aku turun dari minibus sambil menangis mengapa aku dibiarkan menanjak matahari sendirian,
supir minibus yang tak sengaja melihat mataku mengatakan bahwa dari semua itu terdapat berlian.
Omong kosong dibalut pujian pun rasanya seperti sarapan. Sementara donat sudah jadi, kali ini seseorang dari alam lain bertanya mengapa pahit sekali?
Dasar, manusia memang hobi mengecap rasa tetapi minim informasi, jadi kubilang saja yang asin itu dari kondom,
yang pahit itu tertumpah Arabika
yang manis itu sudah kadaluarsa sejak 3 tahun lalu,
yang baru itu, masih proses rahim.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!