

tapi apakah hatiku sanggup untuk
enggan mengharapkanmu? sementara
di dalamnya engkaulah satu-satunya
harapan.
mungkinkan kau dan aku adalah
sepasang cinta yang berusaha melupakan
dan meluapkan segala yang nisbi
dan membingungkan?
Yogyakarta, 2025
namun, mengapa mesti berpisah
sementara jarak kita kini begitu dekat?
Yogyakarta, 2024
kalau engkau meyakini takdir,
mengapa hanya ia yang kauberi
kesempatan mencintai & menyayangi?
Yogyakarta, 2024
mengapa kata-kata seringkali menjeratku
supaya selalu berusaha mengingat dirimu?
keparat! aku tidak sanggup pergi atau lari atau
bermain di lain-lain pintu. selalu kutemui kau
lagi dan lagi.
Yogyakarta, 2024
aku telah menemukan apa yang pantas
kudapat: ketidakpastian, kegamangan dan
ketidaksiapanku. namun, mengapa cuma aku?
mengapa kita tidak?
Yogyakarta, 2024
Biasa dipanggil Azzam. Penikmat teh tarik dan roti canai yang sedang studi di Malaysia. Sibuk membagikan beberapa puisinya di instagram pribadi @azzamdhiaulhaq
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!