Bagikan Lewat:
4 Pesan WhatsApp MasukKau melihat di ruang tengah rumahmuhandphone sibukmenawarkan beragam nama kepedihan;untuk menu sarapan dan makan malam.Kau lelah membawa gembok di mulut,kata-kata kotor mulai jadi tumor.Melihat Buruh PerempuanSejak raja-raja tumbang,negara kapitalis mekar,sejak Adam Smith menghakimi tukang roti,Rosa Luxemburg menggugat sebagai ibusemenjak atlas dunia berubah menjadi wajahmumaka berkobarlah revolusi, Louise.Sampaikan warna merah dalamtaplak mejamu di dapur, di bon-bon utangmu dan di mesin-mesin produksi yang mengganti tenagamusebagai sakramen terakhir yang tidak melibatkan rasa sakit dan air mata.Pertanyaan buat Guru Honorer Di kelas kami adalahsebongkah nisan,Anak-anak berkata,"Kami hanya ingin tidur sepanjang hari."Kelas demikian murung.Aduhai, Pak, Bu GuruMengapa tersesat di jalan becek kemiskinan?
Lahir di Karawang, 27 Juli 2000. Sekarang kesulitan lulus dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment *
Name *
Email *
Save my name and email in this browser for the next time I comment.
Δ
This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.