Peradaban (Melumuri Dirinya)

Nyanyikan Aku

 

satu hari saja, sayangku,

sangkar ini semakin sesak untukku;

nyanyikanlah satu mawar,

sebagai penawar hatiku,

saat aku mati,

dipenjara oleh sunyi, kau;

datang dengan wajah penuh puisi,

 

jika kau sudi, datanglah lebih cepat,

rasakan air hujan, lagu-lagu gerilya,

dan puisi yang menjelma tindakan,

teruslah bernyanyi, untukku,

sampai ababil datang, berbondong-bondong,

membawa bara api,

dari sarang neraka,

 

satu hal yang tak ku lupakan,

saat warna senja berkabung,

dari tetesan darah para dayang,

yang takkan pernah terbit atau terbenam,

saat jalan terlanjur basah,

ketika embun mulai melihat,

setiap sudi untuk melawan,

Maukah kau?

 

 

 

Peradaban (Melumuri Dirinya)

 

di kota bahasa

di depan tiang penyangga

dipan surga dan gerbang neraka

setiap prosa tewas, bayang-bayang

digantung oleh aksara

dilempari jamuan-jamuan

dengan rekayasa dan prasangka

 

dan aku,

memakan sampah diriku

yang digantung ditengah peradaban;

yang menyiasati dirinya

yang menistakan dirinya

yang melumuri dirinya

dengan oli,

belatung,

vonis dan hukum.

 

malangnya diriku,

maukah kau berbaring

dan saling menenggak racun?

 

 

 

Puisi (Onar)

 

konfrontasi tak perlu izin,

dan tak perlu mawar

untuk menderita didalam cinta,

kerusuhan yang menghujam diatasku

seperti genderang para teroris;

tindakan ilegal bermekaran,

meninggalkan serbuk

dan sari api bunga.

 

di atas tumpukan para syuhada,

mayat berbaris tanpa nama;

tanah yang diselimuti

dengan rumput kering

dan pemberontakan,

kenakalan yang menyesatkan

bagi puisi,

untuk mengokang senjata;

tepat di bait

nama pengarang.

 

jika kau sudi,

pada suatu waktu

perang berhenti,

lupakanlah para pengarang

yang menghujani puisinya;

dengan cemara dan metafora,

temani aku;

dikenakalan

dan anarki lainnya.

 

 

Generasi keempat dari silsilah Mohammad Ramdan bin Husein yang tewas dalam tragedi peledakkan gudang messiu milik sekutu di Dayeuhkolot pada peristiwa Bandung Lautan Api 1946.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!