Pengingat Sederhana kepada Temanku Perokok, yang Bukan Teman Ya Sudah

Nyaris di sebagian besar tempat, baik di lingkungan kampus, sekolah, tempat nongkrong, dan kafe-kafe, saya selalu menemui perokok. Artinya, perokok menampakkan dirinya di berbagai tempat, bahkan di ruang publik yang mestinya terlindungi dari paparan asap rokok.

Ketika saya makan di warmindo, asap rokok yang mengepul di sekitar membuat saya tidak nyaman. Begitu pula ketika tempat nongkrong dijadikan opsi untuk bertukar cerita, asap rokok selalu menghampiri saya.

Saya melihat ruang publik kita dipenuhi asap rokok, di samping ide dan gagasan. Asap rokok bukan hanya ada bersama ide, melainkan mengisi ide dan gagasan orang Indonesia di seluruh penjuru negeru. Namun, situasi ini bukan tanpa biaya. Pihak yang dirugikan adalah non-perokok dan perokok pasif.

 

Yakin Gak Ngerugiin Orang Lain?

Apa jadinya apabila paparan asap rokok terus menghantui ruang publik kita? Non-perokok akan berubah menjadi perokok pasif dan perokok pasif mengalami risiko yang makin parah. Apakah kalian setega itu menambah beban orang-orang yang kalian sayangi?

Ruang publik yang dipenuhi asap rokok terbilang sebagai situasi yang harus diubah. Selain perubahan struktural, kemauan dari diri sendiri untuk melawan kecanduan zat-zat pembawa kanker bagi diri sendiri dan orang lain juga harus diperkuat. Kalian harus ingat bahwa paparan asap rokok yang mengenai pakaian orang lain akan menjadi perokok-tangan-kedua (secondhand smoker). Apalagi ketika asap rokoknya membandel di ruangan tertutup yang dapat dipastikan akan menempel di dinding, meja, kursi, gorden, dan barang-barang lain yang zat pembawa kankernya bertahan bukan hanya berminggu-minggu, melainkan juga berbulan-bulan.

Situasi ketika kalian menjerumuskan orang lain ke dalam ragam risiko akibat paparan asap rokok yang harusnya tidak mereka terima menunjukkan bahwa kalian hanya mau menang sendiri, enak sendiri, tidak tahu malu, dan tidak tahu diri. Kalian harus ingat bahwa risiko akibat rokok tidak bergantung pada keyakinan perokok, tetapi bergantung pada situasi objektif yang terjadi pada metabolisme tubuh orang lain, termasuk orang yang kalian sayangi.

Kalian harus ingat kelakuan busuk kalian ketika merokok di depan bayi dan ibu hamil atau di ruangan yang menjadi pusat aktivitas mereka, baik di rumah maupun di ruang publik. Bayi dan ibu hamil tidak pernah jadi superman, tinggal mengambil tameng anti-asap rokok, kemudian langsung terbebas dari bahayanya. Bayi dan ibu hamil adalah dua kelompok orang yang menunjukkan kejahatan kalian.

Kalau bayi dan dan janin dalam kandungan diberkahi informasi lengkap mengenai bahaya rokok, saya yakin mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan memaki kalian tanpa ampun karena sudah mengurangi hak mereka untuk menghirup udara yang bersih dari asap rokok. Saya yakin, mereka tiba-tiba bisa berjalan, bertumbuh besar secara mendadak, lalu menghantam pikiran kalian yang tidak mau diatur sedikit pun.

Bertaubatlah sebelum terlambat, hei!

 

Berhenti Ngerokok Juga Manfaatnya buat Kamu

Toh, berhenti merokok bukan hanya bermanfaat untuk orang lain, melainkan juga untuk dirimu sendiri. Apakah kalian memiliki impian yang belum tercapai? Bukankah impian itu hanya dapat diwujudkan ketika badan kalian juga mendukung perjuangan kalian? Perjuangan melawan kecanduan rokok tidak boleh diremehkan, tapi ia adalah perjuangan seumur hidup.

Saya, di sini, tidak mau sok-sokan sebagai penasihat medis karena biasanya perokok pun tetap bebal dengan segudang pengetahuan mengenai dampak rokok bagi tubuhnya sendiri. Saya berbicara selaku teman yang prihatin dengan keputusan kalian. Saya menyayangkan keputusan kalian untuk tetap ngerokok di tengah kenyataan masih banyak kegiatan lain, selain ngerokok, yang bisa turut mengisi kegiatan utama.

Selain prihatin, saya juga merasa jengkel ketika masih sangat banyak laki-laki yang merokok. Sebagai laki-laki, saya hanya ingin mendesak kalian untuk menyadari posisi kalian sebagai laki-laki. Kita sudah memiliki dosa sejarah ribuan tahun menjadi agen penindasan bagi kelompok lemah, lalu hari ini kita bersenang-senang di atas penderitaan mereka yang bertambah akibat paparan asap rokok. Sungguh memalukan! Kurangi dan berhentilah merokok sebelum rokokmu berbalik arah menyerangmu!

Demikian keluh kesah saya sebagai non-perokok atau malah sudah jadi perokok pasif (?), saya pun tak tahu, lah.

Satu hal yang jelas hanya saya merasa harus mengungkapkan ini kepada teman-teman yang masih mau berkomitmen membangun hidup bersama yang tidak saling menyakiti. Tentu tidak mudah, tapi harus dimulai dari awal, sesederhana mengurangi perilaku yang menyakiti orang lain.

Terakhir, saya ingin menegaskan bahwa masalah rokok, secara menyeluruh, tentu bukan masalah individu, melainkan masalah struktural. Saya tentu tetap berusaha memahami hal ini. Namun, tulisan ini tidak sedang menafikan hal itu, tetapi untuk mengingatkan perilaku kalian yang sudah sangat banyak menyakiti dan membuat sedih teman-teman terdekat kalian.

Atau mungkin saya saja yang harus mulai main dan nongkrong sendiri? Ah:(

Tabik, salam hangat!

Author

  • Galih Ernowo Widianto

    Sedang berjuang menjadi murid terbaik bagi Kebaikan Umum. Saat ini sedang berkelana dalam pikirannya dan baru pulang ketika sudah lulus menjadi murid Kebaikan Umum. Dapat disapa di Instagram @galih.ernowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet | betnano | ultrabet | ultrabet | جلب الحبيب | jojobet | jojobet giriş | جلب الحبيب | roketbet | roketbet giriş | romabet | romabet giriş |