

Beribu-ribu sayap yang terbang
Kepak-kepakan yang terdengar
Melawan angin bertiup kencang
Bukan sayap milik sang elang
Bukan sayap milik sang kasuar
Tapi sayap milik sang penyendang
Yang mampu melindungi si pecundang
Dari incaran menakutkan sang gelar
Membuat si pencundang merasa terbang
Tetapi sayang beribu sayang
Sang sayap telah patah tertebar
Karena ulah dari sang penerjang
Membuat pelindung si pecundang
Mengalami retakan yang tersebar
Sehingga lindungan berakhir remang
Bekasi, 16 Maret 2026
Detik demi detik waktu berjalan
Yang kudengar hanyalah dentingan
Mata menatap indahnya pemandangan
Didalam lubuk terpancar harapan
Diluar tubuh terpancar keraguan
Akan bagaimana sang masa depan
Tak terasa umurku telah memanjang
Tapi kemampuan tak kunjung menambang
Dan kematian sudah berada di ambang
Apalagi yang harus dilakukan sang insang
Untuk mendapat kembali kemenangan
Yang telah lama menghilang
Bekasi, 16 Maret 2026
Sebuah rumah kecil
Di ruang yang terpencil
Hidup si Kancil
Yang kerdil
Bagaimana datangnya si Kancil ke rumah yang kecil
Dan masuk kedalam ruang terpencil
Hanya untuk mati dengan cara dikucil
Mungkin inilah akhir hidup si kancil
Karena terlalu tergoda dengan si mungil
Berakhir di tangkap dengan cara diambil karena mempunyai otak yang kerdil