

Saya kira hampir semua dari kita pernah mendengar Solaria. Apalagi yang beberapa kali ke Mall. Tempat makan ini memang mudah “terlihat”, dan sering menjadi pembicaraan.
Bagi sebagian orang, makan di Solaria itu hal biasa. Tinggal duduk, buka menu, pilih, selesai. Tapi bagi orang yang lebih sering makan di warteg atau angkringan, seperti saya, Solaria menjadi hal yang amat sangat membingungkan.
Sedikit cerita, ketika pertama kali ke Solaria, saya bingung. Kenapa menunya banyak sekali. Pun ketika menoleh kanan-kiri, kenapa rasanya cuma saya yang bingung.
Kalau dijelenterehkan, menu di Solaria ini ada masakan lokal, chinese food, sampai colonial food (?) entah lah, sebut saja begitu. Lengkap. Belum minumannya itu. Nasi goreng saja, ada banyak varian. Memang cukup mengintimidasi orang-orang yang belum pernah ke sana. Padahal niat awal cuma pengin makan kenyang.
Nah, saya yakin, pasti ada saja orang-orang yang pernah merasa demikian, atau barangkali belum ke sana sama sekali. Maka dari itu, artikel ini saya tulis sebagai panduan untuk memesan menu di Solaria, agar tak kebingungan dan malah minder.
Pertama, Pahami Dulu Porsi Solaria itu Buuuuanyak
Hal pertama yang wajib kamu ketahui sebelum pesan apa pun adalah ini: porsi Solaria itu besar. Serius. Ini bukan porsi satu orang biasa. Satu porsi ini setara 6x nasi kucing. Jadi, kalau kalian datang berdua, dan kebetulan porsi makannya sedikit, pesan satu saja. Tak usah malu-malu.
Atau buat yang sekadar pengin nyoba, jangan sok jago. Pesan satu menu untuk berdua saja. Toh lebih hemat kan untuk sebuah percobaan. Khawatirnya kalian pesen banyak dan malah tidak habis. Selain mubazir, itu sebuah kesia-siaan kawan. Kecuali memang porsi kalian buanyak, gapapa pesen 5 sekalian. Intinya, sadari kapasitas diri.
Kedua, Mulai dari Menu yang Aman dan Gak Aneh-Aneh
Sebagai alumni angkringan, lidah kita biasanya gak minta yang ribet. Maka langkah paling bijak adalah memesan menu umum. Nasi goreng, misalnya. Di Solaria, nasi goreng itu masih masuk akal rasanya. Nggak terlalu eksperimental, nggak bikin kaget. Aman, familiar, dan minim risiko kecewa. *Nitip, Minpang sukanya nasi goreng kambing 😊
Menu lain yang masih satu frekuensi dengan lidah angkringan biasanya capcay, ayam goreng mentega, atau ayam saus tiram. Intinya, pilih menu yang namanya nggak bikin kamu harus googling dulu. Kalau namanya masih bisa kamu bayangkan rasanya, berarti itu pilihan yang relatif aman.
Ketiga, Manfaatkan Ilmu Sosial: Lihat Kanan Kiri
Kalau kamu sudah duduk tapi masih ragu mau pesan apa, jangan panik. Gunakan teknik sederhana: lihat kanan kiri. Amati meja lain. Biasanya ada menu-menu yang hampir selalu muncul, seperti ifumi, chicken cordon bleu, atau chicken steak.
Kalau satu menu dipesan banyak orang, kemungkinan besar itu menu andalan. Bukan jaminan enak banget, tapi setidaknya itu menu yang “laku keras”. Kalau masih bingung juga, nggak ada salahnya tanya ke kasir atau pelayan. Tanya yang santai saja,
“Mbak, yang paling sering dipesan apa, ya?”
Jangan malu, dan ini juga bukan hal yang memalukan kok. Namanya juga orang kan?
Keempat, Pesan yang Paling Murah
Ini strategi paling aman. Kalau kamu benar-benar buta soal menu Solaria, pesan saja yang paling murah. Logikanya begini, kalau rasanya biasa saja, kamu nggak akan terlalu sakit hati karena harganya masih bisa diterima. Kalau ternyata enak, itu bonus.
Panduan ini cocok buat kamu yang masih tahap eksplorasi dan belum siap kecewa dengan harga mahal plus rasa yang nggak sesuai ekspektasi. Ingat, tujuan makan itu kenyang dan tenang, bukan stres mikir “uang segini kok rasanya gini”.
Pada akhirnya, Solaria bukan tempat yang harus ditakuti oleh anak-anak yang biasa makan di warteg atau angkringan. Dengan panduan ini, setidaknya kamu nggak lagi duduk bengong sambil buka-tutup menu seperti orang kehilangan arah.
Iya, datanglah ke Solaria dengan mental siap kenyang, bukan siap minder. Karena sejatinya, mau makan nasi kucing atau nasi goreng Solaria, tujuannya tetap sama: perut terisi, sehingga pikiran lebih bisa berfungsi karena itu fokus saja pada hal-hal yang paling mudah dilakukan.
Introvert yang baik. Tinggal di Lamongan.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!