

Perempuan dingin,
bermata angin
Sulit tuk memanggilnya,
apalagi mengambil-
hatinya
Tak seorang pun boleh tau,
banyak senyum nan disimpannya
Senyum mahal itu
hanya orang tertentu-
nan bisa dapatkan
Harus rapat-
empat mata,
itu pun sekali dalam sebulan,
pun tak menentu
Harus ada janji bertemu-
jika tidak,
Ia tak mau
Namanya Sin,
nama panjangnya-
tak seorang pun boleh tau,
hanya kita berdua,
ucapnya
Sin, selalu begitu-
mengumbar cerita,
bahaya baginya
Cerita kita rahasia-
nan seisi dunia
tak boleh tau
Hanya kita Berdua
Batu, 2026
Bila Mentari-
tenggelam duluan,
Ia masih bagun-
dengan mimpinya
Dekat selalu
pada anak-anak
Bak magnet nan tak mau pisah,
Ia selalu cerah
menebar bahagia sekitarnya
Siapapun di sapanya,
walau tak kenal
Ia merasa perlu-
tuk menyapa
Aneh,
tapi itu buatnya tertawa
Ia serupa mentari-
nan keringkan sedih
Membakar kegalauan,
Ia—nyala nan hidup
di hati pencinta
Batu, 2026
Warna itu lekat,
terus terang-
menawan
Cantik bak-
Elsa karakter frozen
Ia seperti kekuatan-
nan disembunyikan
Penyimpan seluruh-
rahasia cinta
Berani jadi dirinya sendiri
Tak seorang pun-
boleh ganggu
Biru muda itu
Watak ceria nan di tularkan-
pada semua
Tapi kadang pilih-pilih
dalam berbagi senyum
Maklum masih muda,
perlu banyak pilihan
Nanti juga biru tua,
pekat dengan pengalaman-
pun kedalaman kerinduan
Batu, 2026