Namamu yang Hujan

Namamu yang hujan

jatuh membasahi kenangan

Bunga-bunga tumbuh dan

mekar dalam ingatan.

 

Bandung, 2016

 

 

Alarm

saya memasang alarm

bunyinya menghidupkan namamu

ingatan bangun

kemudian berziarah ke makam-makam

 

mengenang yang hilang.

 

Bandung, 2016

 

 

Saat Matamu Tidak Bisa Meraba

Saat matamu tidak bisa meraba jalan-jalan cinta,

tanganku bergerak

menjemput kesedihanmu.

 

Lalu kita berjalan,

menyeberangi kecemasan demi kecemasan.

 

Bandung, 2017

 

 

Kekasihku, Sudikah Kau?

Lampu telah kupadamkan dan

hari semakin gelap

Orang-orang telah menyalakan mimpi

dan mendengkur di atas kasur

 

Tetapi di kepalaku,

bayangmu selalu menjadi nyala lilin

yang menggangu.

Kekasihku, sudikah kau melihatku tenang barang sebentar?

 

Bandung, 2017

 

 

Aku Ingin Engkau

Aku ingin ketika bangun nanti,

kau adalah udara yang kuhirup;

bunga-bunga yang kutatap;

dan aroma pagi yang kucium.

 

Aku ingin engkau

sebagai satu-satunya

yang kutemui pertama kali.

 

Bandung, 2018