Musabab

Semoga Sampai kepada Tuan

 

Kepada Tuan,

Sungguh mungkin rasaku padamu

Menitis lautan tumpah ruah 

Sukmaku hiperbolis acap kali

Kutatap binar matamu yang indah 

Hangat gerai tawamu 

Kuasa membinasakan seluruh resah.

 

Untukmu Tuan,

Sungguh akulah seorang perempuan

Yang menyertaimu siang dan malam

Desir waktu mendoakan jagat jiwamu 

Agar terbebas dari temaram

Melambungkan munajat supaya kelak 

Padamulah aku dapat bersemayam.

 

Tuan,

Kiranya kau diselimuti

Hampa tak bertepi 

Hendaklah dirimu sudi 

Berlabuh sejenak 

Untuk kusajikan hati

Mendampingimu 

Meluluhlantakkan sepi

Menuju nirwana yang abadi.

 

 

 

Leksikon Kedongkolan

 

“Neng, sing hade. 

Upami kanyaah dilepehkeun, 

sanes teuing jalmi, hujan ge tiasa robah jadi badai.”

 

/I/

Tahun kedua di penghujung 

Oktober yang cerah

Keliru saya mengira kamu 

adalah obat dari segala gundah

Sedang kamu menganggap saya bermasalah. 

 

Katamu saya yang membuat kamu tak betah 

Hingga kamu ludahi sumpah serapah.

 

Seakan tak pernah kamu jilat kasih

Dari perempuan gila ini 

Akhirnya kamu memilih pergi 

Merusak hati saya dengan gerigi.

 

Lupa dulu kamu katakan

Saya berarti 

Tak ingat bahwa kamu 

Pernah saya selamatkan

Berkali-kali 

Hilang ingatan bahwa pernah 

Sekali terucap sebuah janji

Lalu kamu sendiri

Yang mengingkari.

 

/II/

Saya yang ditinggalkan

Berujung benci pada kenangan 

Membinasakan kamu dalam pikiran 

Mematikan segala angan serta harapan.

 

Pesan terakhirmu 

Yang dengan enteng 

Meminta saya lupa 

Masih carut-marut dalam ingatan 

Katamu saya sampah

Layak kamu campakkan

Bajingan.

 

Saya ingin kamu mendekam

Hilang

Dan kalau perlu 

Kamu mati saja

Atau boleh sangat jadi

Kamu diam di penjara

Di neraka pun saya rela.

 

Wajib untukmu 

membayar kejahatan

Yang pernah 

Kamu lakukan

Kepada saya

Setan.

 

 

 

Cinta Buta

 

Musabab

Apakah arti dari 

Sebuah kecewa

Bilamana cinta 

Masih bersemayam 

Dalam relung-relung jiwa?

 

Seumpama apakah

Seorang insan 

Mampu membaca 

Peta kepergian 

Bilamana cinta 

Masih mampu 

Membutakan penglihatan?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!