Mengenang Saep, yang Meramaikan Khazanah Percopetan di Kota Bandung

Postur tubuhnya tinggi kurus, berkulit sawo matang, dengan rambut klimis yang selalu disisir rapi, serta senyum tipis yang penuh siasat. Ya, dialah Icuk Baros. Dalam industri hiburan sinetron di Indonesia, namanya begitu melekat di hati penonton lewat peran ikoniknya sebagai Saep, sang copet legendaris dengan jargon “meramaikan khazanah percepatan di kota ini” dalam serial Preman Pensiun.

Kariernya di dunia seni peran melejit pesat sejak bergabung dalam serial garapan Aris Nugraha tersebut. Karakter Saep digambarkan sebagai bos sekaligus “dosen” di Academy of Bandung Copet (ABC) yang konsisten merekrut dan mendidik anggota baru yang lemah iman guna dididik menjadi copet profesional.

 

Saep mendampingi Praktek Kerja Lapangan untuk mahasiswi ABC. Sumber: Youtube RCTI

 

1. Sebelum meramaikan khazanah percopetan, Saep dulunya pegawai kantoran

Sebelum dikenal sebagai dosen copet di jalanan, pasar, dan angkot Bandung, Saep hanyalah seorang pria biasa seperti kita-kita, Gibran tidak termasuk tentu saja.

Ia merupakan seorang pegawai staf kantoran yang menggantungkan hidupnya pada gaji bulanan. Namun, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghantam tempatnya bekerja. Kehilangan mata pencaharian dan terdesak oleh kebutuhan ekonomi yang terus berjalan memaksa Saep harus memutar otak. Di titik balik inilah, alih-alih mencari pekerjaan formal baru, ia justru memilih berbelok ke jalan kegelapan, menjadi seorang pencopet dan menggantungkan penghasilannya sebagai copet.

 

2. Merintis karier menjadi copet di bawah pengawasan Bos Junaedi

Menyadari bahwa meniti karir di dunia hitam membutuhkan mentor, Saep tidak langsung menjadi bos besar. Ia memulai langkahnya dari bawah sebagai “karyawan” atau anak buah pencopet pimpinan bos Junaedi.

Sadar kalau jadi kriminal amatir itu rawan ketangkap, Saep enggak langsung sok-sokan jadi bos besar, tidak seperti … sebutkan dalam hati saja.

Dia tahu diri dan memilih merangkak dari bawah alias di dunia percopetan. Di fase merintis ini, Saep tak sendirian. Ia tergabung dalam tim bersama Ubed dan Dewi. Nah, di bawah bimbingan Bos Juned inilah Saep cs mulai rajin “kuliah lapangan” di dalam angkot, mengasah kecepatan tangan, dan belajar membaca situasi.

Ya namanya juga dunia hitam, kerjaannya tak ada yang abadi. Kelompok ini akhirnya bubar jalan setelah Saep ditanggkap polisi kaena ketahuan nyopet. Teman Saep yang lain mulai kena mental dan memilih tobat tidak ingin bernasib seperti Saep. Ubed dan Dewi banting setir jadi tukang cilok keliling. Sementara, Bos Junaedi jadi pemilik coffee shop dan memperkerjakan karyawan.

 

3. Kejatuhan, kebangkitan, dan lahirnya ABC (Academy Bandung of Copet)

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya apes juga. Petualangan Saep di jalanan sempat break sejenak gara-gara dia terciduk polisi dan harus mendekam di balik jeruji besi.

Tapi dasar si Saep, di dalam penjara dia bukannya tobat, malah mematangkan strategi bisnis copetnya. Begitu bebas, Saep ogah jadi anak buah lagi. Dia langsung naik pangkat jadi dosen tunggal dan mendirikan ABC (Academy Bandung of Copet).

Nah, untuk menjaring “mahasiswa” baru, Saep bikin syarat pendaftaran yang super spesifik, kocak dan tak masuk akal, yakni: harus pengangguran, miskin, dan lemah iman.

Hebatnya lagi, setelah naik level jadi dosen, Saep sudah tak perlu lagi tur terjun langsung ke lapangan mengotori tangannya. Kulitnya sudah tak perlu kepanasan di jalanan. Tugasnya cuma duduk manis, ngasih kuliah umum soal khazanah percopetan, bagi-bagi wilayah operasi, dan menerima uang setoran harian dari para mahasiswanya yang wajib memenuhi target.

 

4. Copet yang idealis dan romantis, boleh nyopet asal jangan mencoreng Bandung di mata turis LN

Saep memberikan pidato untuk mahasiswi ABC. Sumber: Youtube RCTI

Di balik profesinya yang kriminal dan suka nyolong dompet orang, Saep sejatinya adalah seorang copet yang sangat romantis dan idealis mencintai Kota Bandung, bahkan lebih daripada Dilan (bagian ini editor yang bilang).

Walaupun Bandung macet, penuh jalan berlubang, jalan gelap, serta darurat sampah, rasa cintanya pada kota Bandung ini melahirkan sebuah “etika profesi copet” yang sangat unik dan menggelitik bagi copet profesional. Saep selalu berpesan kepada mahasiswa/copet lain di Academy of Bandung Copet untuk menjaga nama baik kota dan pariwisata Bandung jangan sampai tercoreng.

Jika ada anggotanya yang tidak sengaja mencopet dompet turis atau wisatawan yang sedang berlibur ke kota kembang, Saep dengan tegas bahkan marah menyuruh mahasiswanya untuk mengembalikan dompet tersebut. Ia tidak ingin para pelancong yang berlibur ke Bandung pulang dengan kesan buruk dan kapok tentang kota yang sangat ia sayangi. Baginya, membiarkan turis kapok datang ke Bandung adalah dosa besar yang bisa merusak ekosistem pariwisata dan, secara tidak langsung, merugikan masa depan “pasar” percopetan itu sendiri.

 

Kini sang bos dan dosen copet pergi untuk selamanya

Sabtu 20 Juni 2026 kemarin, petualangan sang dosen copet di angkot-angkot, jalan dan pasar kota Bandung telah resmi berakhir bukan karena masuk sel penjara lagi, tapi dia pergi untuk selamanya. Kepergiannya, Icuk Baros, meninggalkan ruang kosong yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh “copet” mana pun di layar kaca. Icuk Baros berhasil menghidupkan karakter Saep dengan sangat brilian dan dicintai masyarakat.

Selamat jalan, Kang Icuk Baros. Selamat jalan, Saep Copet. Terima kasih telah menghibur kami selama bertahun-tahun dengan diksi-diksi intelektualmu yang disalahgunakan untuk memperdayai mahasiswa percopetanmu. Kota Bandung kini kehilangan satu “dosen” paling kreatif. Semoga engkau tenang di alam sana, dan biarkan khazanah percopetan di Kota Bandung ini hilang selamanya dan beristirahat bersamamu.

 

Aa-Aa milenial pangais bungsu dari Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!