Membusuk di Neraka

Menyelimuti Takdir

 

malam itu

aku mencacah

diriku menjadi 

potongan-potongan 

tak berarah. 

 

tubuhku 

adalah puzzle 

dari potongan l u k a 

yang kubuat sendiri.

 

hari demi hari 

kusayat luka tersebut 

hingga muncul

harapan-harapan baru. 

 

pada akhirnya 

aku menciptakan 

luka, 

       harapan, 

                    surga, 

            dan neraka

untuk diriku sendiri.

 

 

 

Jurang Kekalahan

 

malam itu

aku kembali

merasakan sakit dan getir

hingga leherku 

            tercekik.

 

mulutku ingin 

              berteriak

tetapi suara tersebut

menggumpal di 

jurang 

         kekalahan.

 

MUAK

       berTERIAK 

menyayat 

            p u i s i 

di atas tubuhku

     sendiri

hingga mati

    sendiri.

 

 

 

Membusuk di Neraka

 

puisiku adalah 

             ratusan belatung

ia menggerogoti

             nanah-

                    nanah

yang melekat

         pada 

              tubuhku

hingga mati

dan 

    membusuk

di neraka bersamaku.

Bintang Prakasa. Sedang membereskan skripsinya. Tulisan-tulisannya dapat dibaca di media cetak maupun online. Instagram @bintangprakasaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!