Membaca Selasih: Waktunya Kembali ke Akar

Siapa penulis novel perempuan pertama di Indonesia? Kalau kamu mau tahu, maka dengan membaca wawancara Minpang dengan Arbi Tanjung,
Penggagas dan inisiator program Membaca Selasih kamu bisa mengetahui jawabannya.

Lebih dari itu, pembaca juga akan diajak untuk berkenalan dengan sebuah gerakan literasi di Sumatera Barat yang menamakan dirinya sebagai Membaca Selasih.

Mari disimak!

Halo, Bang Arbi! Apa kabar?

Kabar baik, Minpang.

Langsung saja, nih, ke pertanyaan serius. Jadi Komunitas Membaca Selasih ini sebuah komunitas literasi, ya, bang?

Sebenarnya ini bukan komunitas, tapi sebuah program yang saya inisiasi bersama enam komunitas: Komunitas Suduik Tando (Pasaman), Kutub Sastra (Padang), Ranah Kreatif (Padang Panjang), Singali (Pasaman), Rumah Mentari (Pasaman), Apocolo Creative (Pasaman).

Oh, begitu. Minpang kira ini tuh komunitas. Lalu kenapa tuh geraakannya dinamai Gerakan Selasih?

Alasannya, pada awal Juni 2025, saya terpantik ketika membaca sebuah artikel yang menyebut Selasih (salah satu nama samaran Sariamin Ismail) sebagai novelis perempuan pertama Indonesia. Apalagi artikel itu menyebutkan ia sebagai satu-satunya sastrawan perempuan diantara kepungan sederet tokoh sastra laki-laki angkatan pujangga baru.

Saya lanjut melusuri tentangnya. Saya ingin memastikan adakah orang atau kelompok yang intens dan berkelanjutan mencatat tentangnya.

Saya hubungi kawan-kawan pegiat literasi yang ada di Pasaman Barat, kabupaten tempat kelahiran Selasih.

Sempat ada satu kelompok anak muda di Kanagarian tempat lahir Selasih yang mengangkat kegiatan terkait Selasih, tapi kemudian senyap. Kata mereka sebab figur penggerak kegiatan tersebut lolos sebagai dosen di sebuah kampus negeri Bandung.

Setelah mencari informasi tentang pilihan nama samaran yang dipakai Selasih dalam berkarya saya menemukan fakta bahwa Sariamin Ismail selalu menggunakan nama tanaman, saya semakin tertarik.

Apalagi penjelasan alasan Selasih memilih memakai nama-nama samaran itu.

Fiks, saya ambil keputusan, Selasih sebagai episentrum utama untuk melakukan giat komunitas saya (Suduik Tando) dalam kaitannya dengan gerakan sastra.

Maka saya pilih bahasa redaksi MEMBACA SELASIH

Oh ya, sebelum lupa.

Saya juga ingin tambahkan bahwa karena ia perempuan dan karena ia orang Sumatra, itu pula yang membuat saya klepek-klepek.

Sebuah inisiasi yang bagus. Sebab kalau tidak diangkat, lama kelamaan bisa tergerus oleh tren-tren yang gak jelas.

Kalau boleh tahu kegiatannya apa aja, Bang? Baca bareng atau diskusi gitu?

Di tahun 2025, dari Juli sampai Desember kami telah melakukan 11 kegiatan dengan rincian sebagai berikut:

1. Pulang ke Rumah Selasih

2. Merayakan 116 Tahun Selasih di Singali

3. Workshop Resensi Buku

4. Lomba Menulis Resensi Buku Selasih

5. Karya Resensi Kita Bincangkan

6. Bercerita Selasih di Akhir Pekan

7. Lomba Menulis Surat Kepada Bumi

8. Diskusi dan Pameran Bunga/Tanaman Hias

9. Diskusi Selasih di Sumatera

10. Riset

11. Kuncup Terakhir Selasih

Dan banyak juga pihak yang terlibat, misalnya dari akademisi, pihak Keluarga Selasih, individu/kelompok yang pernah berinteraksi dengan Selasih, pelajar, pelaku dan Komunitas tanaman hias, aktivis lingkungan, guru, anak-anak berkebutuhan khusus, pemerintah, sastrawan/Seniman/Budayawan, jurnalis, komunitas Seni/Budaya/Literasi dal lainnya.

Di tahun 2026, kamu punya tema Perempuan, Sastra dan Sumatera.

Kegiatan Tahun 2026:

1. Bincang karya Selasih

2. Bincang Karya Perempuan Sumatra

3. Perempuan Sumatra Mengulas

4. Riset

5. Pendokumentasian

Wah, banyak juga acara yang sudah diselenggarakan dan kelihatannya acaranya bagus-bagus dan rame juga, tuh.

Kira-kira berapa orang yang tergabung di program ini, Bang?

Saat ini kita ada tiga kelompok: inisiator, kolaborator utama dan kolaborator khusus. Di inisiator ada satu komunitas, kolaborator utama ada lima komunitas, dan kolaborator khusus: bisa perorangan, bisa komunitas.

Januari dan Februari ini kita punya kolaborator khusus:

Benny institute

Ngobrolbuku

Divapress

Komunitas lego-lego

Benny Institute itu punyanya Bang Benny Arnas, ya?

Keren-keren kolaborasi-nya.

Ya, apalagi ditambah kolaborator khususnya: nyimpang.com

Asyek.

Kalau program ini ada target khusus gak, Bang?

Target khususnya jadikan ketokohan dan kekaryaan Selasih jadi sumber inspirasi bagi siapapun, terutama perempuan yang telah dan akan bergiat dan bergerak di bidang sastra di Indonesia dan dunia

Medianya:

Produk kreatif dan inovatif

Bentuknya:

Teks

Visual

Audiovisual

Wih, beneran kreatif. Medianya banyak jadi bisa menggaet lebih banyak khalayak. Nah, kalau Sariaman Ismail atau Selasih ini judul novelnya apa aja, Bang?

Kalau Tak Untung (Balai Pustaka, 1933), Pengaruh Keadaan (Balai Pustaka, 1936). Itu masterpiecenya.

Oh, Kalau Tak Untung tuh novelnya Selasih. Iya, iya. Baru sadar saya.

Ya, yang itu.

Ada alasannya gak kenapa ketokohan Selasih sebagai penulis novel perempuan pertama gak se-gong kayak Chairil Anwar gitu?

Beliau aktivis pergerakan tulen: tulisannya tajam mengkritisi keadaan terutama untuk penguasa.

Ia terpaksa bersiasat memakai banyak nama samaran (terutama nama tanaman bunga) untuk tulisan-tulisannya.

Sampai hari ini teridentifikasi ada 11 nama samarannya.

Berarti saat itu yang ia kritisi pihak Belanda?

Ya. Pernah dipenjara di masa soekarno juga karena menjadi pendukung gerakan PRRI.

Contoh saat Selasih mengkritisi di jaman penjajahan Belanda gimana tuh, Bang?

Selasih melayangkan kritik terhadap skandal administrasi rumah kuning (prostitusi) di Padang Panjang.

Oh, ada skandal macam gitu di Sumatera Barat.

Apakah Selasih mengalami masa-masa saat 1965?

Tidak. Itu masa 3 tahun jelang pensiunannya sebagai guru, aktivis dan tokoh pendidikan. Selasih banyak mendirikan sekolah di Riau.

Oh, kalau agenda terdekat Membaca Selasih apa, nih, Bang?

Rencana di bulan Juli, menyambut hari kelahirannya kita akan adakan “Selasih Dari Dekat Sekali” (menghadirkan anak kandungnya), muridnya, dan mereka yang pernah berinteraksi langsung dengan Selasih.

Terima kasih atas obrolannya, Bang! Jadi nambah pengetahuan, nih, soal penulis novel perempuan pertama di Indonesia.

Semoga acaranya lancar-lancar dan sukses selalu buat Membaca Selasih.

Aamiin. Sukses juga buat Nyimpang.com

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
meritbet giriş | romabet giriş | romabet | lunabet | matbet | meritbet giriş | pusulabet | holiganbet giriş | meritbet | meritbet giriş | meritbet | bets10 | bets10 giriş | jojobet | jojobet giriş | bets10 | bets10 giriş |