Masuk Surga Jalur Tumbler? Yuk Bisa Yuk

Selamat Hari Bumi untuk kita semua! Yap, kita semua warga Bumi, manusia-manusia yang mungkin lebih sering mikirin cicilan atau deadline daripada mikirin krisis iklim.

Mendegar kata “Hari Bumi”, biasanya yang muncul di kepala adalah aktivitas seperti memeluk pohon, menanam mangrove atau juga bahkan pidato pejabat yang kesehariannya mengonsumsi air mineral mahal pakai botol sekali pakai. Ups! Buatku, Hari Bumi tahun ini adalah kesempatan buat jujur pada diri sendiri di depan tumpukan kresek bekas yang sudah berkoloni dan menggunung dengan tidak estetik di pojok dapur kecilku.

Aku bahkan gak ingat,

“Kapan aku mulai miara kresek plastik ini?” dan, sungguh! Aku takjub dengan kecepatan si plastik bereproduksi. Perasaan baru kemarin dari pasar, eh dua minggu berikutnya dia sudah beranak pinak menjadi gerombolan kecil di pojok dapur.

Dunia melihat plastik sebagai sebuah penemuan revolusioner, meski jujur saja aku tidak tau siapa penemu kantong plastik ini. Sayangnya, di tangan kita, timbunan kantong kresek bekas ini menjadi beban eksistensial. Mau dibuang seketika, rasanya sayang. Terpikir,

“Ah, simpan dulu deh. Kali aja ntar butuh buat buang sampah.”

Hasilnya, kantong kresek tidak jadi dibuang, malah dilipat jadi segitiga kalau sempat. Kalau gak sempat ya akhirnya dimasukin ke kresek yang lebih besar dan berjubal bukan main.

Maka, resolusi Hari Bumi-ku tahun ini engga semuluk-muluk itu. Aku cukup ingin menjadi Lita Si-Bukan-Lagi-Penimbun-Kresek.

 

Memutus Rantai Pasok Kresek di Meja Kasir

Aku mulai membiasakan diri membawa kantong belanja yang tidak sekali pakai, biasanya kulipat, kuikat pakai karet, dan kusimpan di bawah jok motor. Kalau sedang ingin terlihat keren, biasanya aku membawa kantong belanja yang kalau dilipat jadinya hanya setengah telapak tangan.

Rasanya ada kepuasan tersendiri saat aku berkata pada kasir minimarket itu, “Gak usah pakai kresek, Mbak. Biar sama seperti toko ini yang pengen go green,” sambil menyodorkan tas belanja. Meskipun itu kalimat satir bagi mereka yang terus-terusan kampanye go green tetapi malah menjual kantong kresek itu.

 

Air Putih dan Prestasi yang Merusak

Tidak hanya tentang kresek, meski aku merasa belum pantas disebut sebagai pemerhati bumi atau bahkan penjaga bumi, aku yang anaknya doyan minum ini, bakalan sering ke-gap bawa tumbler. Isinya kopi? Sangat jarang. Seringnya isi air putih.

Meski ada juga bawa tumbler kecil ukuran mug kopi berisi kopi bikinan sendiri, tetapi ini sangat jarang. Jika sehari aku butuh 2-3 liter air, dan beli air kemasan, maka dalam satu bulan bisa saja aku sudah menyumbang kurang lebih 180 botol plastik ke timbunan sampah di TPS. Wow!  Sebuah prestasi yang sangat merusak, bukan?

Bagiku, membawa tumbler sendiri ini bukan hanya gegayaan saja (meskipun aku memang selalu merasa keren waktu melakukannya), ya minimal aku berusaha, sekaligus berhemat tentu saja~

Aku kerap merasa bahwa kebiasaan membawa tumbler dan kantong belanja ini cuma hal kecil yang tidak terlalu membawa perubahan. Suara makhluk bertanduk hitam di kepala sering berbisik dengan berisik,

Ah cuma satu orang kamu doang mah gak akan ngaruh.”

Akan tetapi, sebenarnya, menjaga bumi itu mirip dengan merawat mesin kendaraan, kalau satu baut kecil hilang, mungkin mesinnya masih akan jalan, tetapi lama-kelamaan mesin itu akan oblak dan rontok juga. Oblak teh naon?

Kepedulian kita adalah suku cadang dalam menjaga alam raya ini tetap sinkron. Jangan sampai kesadaran kita tentang lingkungan ini menjadi seperti baterai yang habis dayanya, ada barangnya tetapi engga bisa dipakai menjalankan mesin sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.

 

Menapaki Bumi tanpa Harus Jadi Polisi Lingkungan

Aku bukan polisi lingkungan yang hobi ceramah sambil nunjuk-nunjuk orang yang masih pakai sedotan plastik. Lebih baik kita menjadi manusia yang fungsional saja.

Hari Bumi ini, mari tidak terlalu produktif mencetak sampah. Mari mulai menjadi manusia yang sadar bahwa kita tinggal di atas tanah, dan tidak perlu memberi beban tambahan bagi TPA dan TPS dengan sambah yang seharusnya bisa kita eliminasi ini.

Membawa tas belanja sendiri dan mengisi ulang botol air putih mungkin tidak secara langsung membuat Kutub Utara berhenti mencair besok pagi, tetapi setidaknya saat nanti waktuku di bumi ini habis, aku tidak meninggalkan warisan berupa tumpukan kantong kresek yang bahkan butuh waktu ratusan tahun untuk hancur.

Jadi, sudahkah tumblermu terisi penuh di siang hari nan panas ini? Atau masih mau nunggu timbunan kresek di dapur ikutan demo lingkungan?

Author

  • Lita M. Permana

    Pembelajar yang bersembunyi di balik predikat penulis ini memiliki hobi merajut benang. Dengan zodiak ariesnya, ia masih terus belajar untuk tidak marah-marah seperti tuduhan para penganut perzodiakan. Dapat dihubungi di Instagram @lita_mayasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
grandpashabet | romabet giriş | romabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet | stresser | betnano | ultrabet | ultrabet | roketbet | roketbet giriş | grandpashabet | royalbet | royalbet giriş | yakabet | yakabet giriş | timebet | timebet giriş | galabet | galabet giriş | elexbet, elexbet giriş | Elexbet | Elexbet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | perabet | perabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | roketbet | roketbet giriş | royalbet | royalbet giriş | roketbet | grandpashabet | royalbet | galabet | galabet giriş | galabet | romabet | romabet giriş | galabet | galabet giriş | romabet güncel giriş | how to create invoices | how to create an invoice | how to pronounce | how to pronounce nguyen | how to pronounce pho | hiltonbet | hiltonbet giriş | roketbet | جلب الحبيب | فك السحر |