

Masa laluku terbelah tiga,
trimasa atau masatri,
sebut saja sesukamu, semau jiwa.
lampau, kini, dan esok yang misterius,
merajut bentuk laiknya segitiga,
bisa beraturan dan bisa juga berantakan.
Hidupmu atau hidupku eksis,
karna diikat masa dengan begitu erat dan rapat.
Laksana falsafah tali-temali,
ia harus disimpul benar, dikencangkan kuat.
Sebab jika tidak, ia akan terburai tak keruan,
dan hidup pun ikut melepaskan diri,
mengubur tujuan lalu mengabu perlahan.
Apakah engkau tahu?
Masa ternyata punya tabiat yang cukup menjengkelkan.
Ia tak sudi diatur-atur, ogah ditarik diulur,
namun sesuka hati menarik mulur.
Masa yang terlewat,
tak akan pernah bisa kembali lagi.
Namun eksesnya bebal, enggan pergi meski diusir kasar.
Ia menetap menjadi kenangan,
menginap nyaman di dalam bonggol kepala,
juga menggelayut di gelambir hati kita.
Lalu tiba-tiba, ia berteriak-teriak tidak jelas tanpa diminta,
seperti mantan kekasih yang diputus saat lagi sayang-sayangnya.
Masa sebenarnya ingin bersikap netral,
tapi ia dipaksa memihak tanpa daya.
Oleh imbuhan dan jajaran kata-kata,
atau oleh sesuatu yang bukan keduanya.
Seperti selipan partikel lah misalnya,
yang lancang mengubah masa menjadi masalah.
Juni, 2026
Lahir dan berdomisili di Madiun, Jawa Timur. Aktif menulis cerpen, esai, dan lainnya yang beberapa telah dimuat di berbagai media serta antologi. Kumpulan cerpen yang sudah terbit berjudul Bahagia Itu Kecil Saja. Instagram @a.s._ishak dan X @kangmassugik.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!