Dalam beberapa Youtube yang saya tonton (tidak ada sumber tulisan dan hadis lanjutan tentang Nabi Syits), Nabi Syits dikenal sebagai satu-satunya pewaris kenabian Adam.
Setelah peristiwa Qabil dan Habil, dikisahkan Nabi Adam begitu sedihnya sampai di waktu yang lama. Allah akhirnya menghadiahkan seorang anak untuk menghibur kepedihan itu. Namun, berbeda dari anak-anak Adam dan Hawa yang lain, Allah menakdirkan Syits untuk lahir sendiri, tidak kembar seperti anak-anak Adam yang lain.
Nabi Syits kemudian diwariskan berbagai ilmu pengetahuan oleh (ya maaf dalam tradisi Islam dan Youtube yang saya tonton hanya diwariskan ilmu oleh Adam, Hawa gak tahu), dan ditunjukkan beberapa upaya untuk “mengalahkan” Qabil. Pokoknya, Syits ini kesayangan sekali, lah.
Nah, sebetulnya kan berbeda dari kisah-kisah nabi yang lain, ya. Syits itu bisa jadi diciptakan memang untuk menemani atau “menjadi tokoh utama” masa transisi saja.
Ibrahim kita semua tahu ceritanya seperti apa, Musa, Isa juga. Tapi coba pikirkan Nabi Syits, ia justru diciptakan waktu Nabi Adam lagi sedih-sedihnya dan katakanlah “waktu manusia pertama jadi manusia” kalau kamu setuju dengan kalimat
“Gakpapa nangis aja, kan masih manusia.”
Ya, Syits hadir di masa itu, masa dunia belum sepenuhnya “terpisah” antara manusia dan ruh.
Avatar Wan pun demikian, muncul dari peradaban yang belum ada konflik besarnya, meskipun iya ada ketidak-adilan, tapi Avatar Wan hadir dari dunia yang masih cair, liar, belum terstruktur, bahkan manusia dan ruh masih berdampingan.
Alih-alih bertingkah sebagai messanger, Avatar Wan dan Nabi Syits justru perannya lebih mirip sebagai penyeimbang pertama.
Kemiripan Wan dan Syits terletak pada posisi mereka sebagai karakter “one” yang bukan pencipta, tapi semuanya berasal dari mereka. Ya, meskipun saya juga gak nemu mekanisme Syits memisahkan alam jin dan manusia itu seperti apa, nanti saya cari tahu deh kalau ada sumbernya.
Avatar Wan dan Syits menjadi The Founding Father of pengetahuan dasar tentang hidup bersama. Barulah ketika Korra membuka kembali portal roh, ia seolah mengulang menghancurkan semuanya. Argh!







