Kenapa sih Sex Education Terus Ditabuin?

193

Pendidikan adalah proses pembelajaran tentang pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan lain-lain.

Setiap orang harus mendapatkan pendidikan sejak dini. Pendidikan yang pertama diperoleh pada setiap anak adalah keluarga. Terdapat beberapa pendidikan yang sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak sebagai bekal tumbuh kembangnya seperti berbicara, membaca, menulis, dan yang tidak kalah penting adalah sex education atau pendidikan seks.

Sex Education atau pendidikan tentang seks merupakan suatu hal yang harus diterapkan pada setiap anak dan remaja. Seiring perkembangan zaman, sex education atau pendidikan tentang seks menjadi hal yang sangat penting Karena seks merupakan hal dasar bagi anak-anak dan remaja untuk dapat bertindak dan berperilaku benar dalam mengambil keputusan terkait perilaku seksual dalam hidupnya.

Sehingga, informasi dan pendidikan yang benar tentang seks penting untuk diberikan sejak dini. Namun, masih banyak anak-anak dan remaja di Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan seks sejak dini. Hal ini yang menyebabkan setiap anak atau remaja menggali informasi tentang seks sendiri. Padahal belum tentu setiap anak atau remaja mempunyai kemampuan untuk menyaring informasi.

Sehingga, tak sedikit anak atau remaja yang salah dalam memahami informasi tersebut. Sampai saat ini, sex education atau pendidikan seks untuk anak usia dini masih dianggap tabu di kalangan masyarakat.

Mereka beranggapan bahwa pendidikan seks belum pantas diberikan pada anak kecil. Padahal, sex education yang diberikan sejak dini sangat berpengaruh dalam kehidupan anak ketika seorang anak memasuki masa remaja. Masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa sex education adalah suatu hal yang belum waktunya untuk diketahui oleh anak.

Sex education di masyarakat masih tergolong hal yang tabu untuk dibicarakan, terlebih kepada anak-anak. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pola pikir masyarakat tentang sex education.

Masyarakat Indonesia masih kental dengan adat dan budayanya, sehingga masih menganggap sex education sebagai hal yang kurang lazim untuk diterima oleh anak-anak. Selain itu, kurangnya pendidikan orang zaman dahulu menyebabkan pemikiran mereka mendorong pada sex education bukanlah sesuatu yang layak untuk dibahas.

Hal ini menyebabkan pola pikir yang melekat pada setiap masyarakat dan akhirnya menghasilkan pola pikir yang turun-menurun di kalangan sosial bahwa sex education adalah hal yang tabu untuk dibicarakan.

Bahkan, kebanyakan orang belum memahami perbedaan sex dan sex education. Sex dan sex education adalah dua hal yang berbeda meskipun masih satu konteks. Mereka menganggap bahwa anak-anak atau remaja itu masih suci dan polos yang artinya mereka sebagai orang-orang dewasa harus menjauhkan generasi muda dari hal-hal tabu seperti sex education. Beberapa orang tua mengaggap anak mereka masih kecil sehingga belum pantas mendapatkan sex education.

Menurut mereka hal-hal mengenai seks akan didapatkan oleh seorang anak seiring bertambahnya usia. Pemikiran-pemikiran tersebut secara tidak sengaja menjadi hal yang diturunkan kepada anak cucu mereka, sehingga menjadi sebuah adat yang tidak tertulis hingga sekarang.

Selain itu, sex education dianggap hal yang tabu karena banyak orang yang memegang konsep agama dengan cara yang kurang tepat. Hal ini menyebabkan setiap ada sedikit hal yang menyinggung tentang seks dianggap hal yang buruk, karena secara garis besar pemikiran orang tersebut bahwa sex education hanya seputar seks belaka.

Mereka yang memiliki pemikiran dengan pegangan konsep agama yang kurang tepat ini memiliki prespektif bahwa agama melarang hal-hal yang mendekati zina dan beberapa orang berpikir bahwa berbicara tentag seks akan mengarah ke pembicaraan tentag zina. Sehingga, banyak masyarakat yang masih menganggap sex education adalah hal yang tabu untuk dibicarakan.

Coba ingat, sudahkah kita mendapatkan sex education sejak dini di sekolah atau di keluarga? jangan-jangan kita sendiri malah belum mendapatkannya sama sekali dulu. Apakah kamu tergolong remaja yang mencari tahu sendiri? Atau mendapatkannya sejak dini?

Sex education penting sekali untuk menunjang pentumbuhan anak-anak ke usia remaja (pubertas). Mengapa? Karena usia menginjak remaja ini seseorang akan memiliki rasa penasaran yang tinggi dan mulai tertarik terhadap lawan jenis.

Hal ini sungguh wajar, tapi karena kurangnya sex education, akhirnya kita lebih banyak cari sendiri informasi seputar seks dari media atau dari obrolan sesama teman. Padahal, kita belum paham betul informasi tersebut layak untuk kita terima atau tidak. Oleh karena itu, pendidikan seks sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak setidaknya mulai pada hal-hal dasar terlebih dahulu.

Di kalangan masyarakat masih banyak orang tua yang belum menerapkan sex education sejak dini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pemikiran orang dewasa bahwa pendidikan seks bukanlah hal yang cukup penting untuk anak-anak atau remaja. Mereka beranggapan bahwa remaja dan anak-anak dapat mengetahui apa itu seks dan informasi mengenai seks dengan seiring bertambahnya usia mereka.

Padahal, kebanyakan orang menganggap sex education adalah hal yang sangat penting diterapkan sejak dini. Karena beberapa orang berpendapat bahwa kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh kurangnya pendidikan seks. Apalagi pelecehan seksual yang terjadi pada anak usia dini yang berujung kekerasan.

Pelecehan seksual yang terjadi sering kali dilakukan oleh orang-orang terdekat, yaitu guru di sekolah, paman, atau bahkan tetangga sendiri. Mengingat angka kekerasan seksual pada anak usia dini terus meningkat setiap tahunnya maka, sex education harus benar-benar diterapkan sejak dini. Pendidikan seks merupakan salah satu faktor yang dapat meminimalisir kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Beberapa orang berpendapat bahwa, banyaknya pandangan masyarakat yang belum bisa membedakan seks dan sex education menyebabkan orang dewasa khususnya orang tua enggan menyampaikan pendidikan seks kepada anak sejak dini.

Padahal, sex education yang diberikan sejak dini sangat berpengaruh dalam kehidupan anak ketika seorang anak memasuki usia remaja.  Pendidikan seks bisa dimulai dari mengenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan, mengenalkan organ-organ tubuh yang bersifat privasi, atau hal-hal kecil lainnya. Pendidikan seks diberikan sesuai usia anak, agar anak dapat memahami secara bertahap dan mampu merealisasikan sex education dengan baik. Sebagai orang tua, harus menggali informasi tentang bagaimana menyampaikan sex education kepada anak secara tepat sesuai dengan usia anak.

Anak-anak zaman sekarang kritis, dari segi pertanyaan dan tingkah laku. Itu semua karena pada zaman sekarang, anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar dan terdapat kemajuan teknologi yaitu internet yang dapat memfasilitasi rasa keingintahuan mereka. Bahkan terkadang, anak-anak melihat tayangan yang mengandung unsur-unsur seks, kemudian mereka akan mengingatnya sehingga menimbulkan suatu pandangan atau nilai seksualitas yang dapat diikutinya hingga ia dewasa.

Tidak semua anak mampu menyaring informasi tentang seksualitas dengan benar sesuai proporsi usia mereka. Anak-anak atau remaja yang tidak memiliki benteng yang kuat tentang pendidikan seks akan melakukan hal-hal yang tidak senonoh mengenai seks. Solusi untuk menyikapi hal ini adalah kita sebagai orang dewasa, terutama orang tua yang lebih dekat dengan anak-anaknya harus berperan untuk melindungi dan membentengi mereka dengan nilai-nilai seksualitas yang benar yang dilandasi dengan agama dan tata asusila.

Pendidikan seks sejak dini memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membuat anak bisa menjaga dirinya sendiri. Sehingga, anak-anak mampu membentengi dirinya dari pelecehan seksual yang terjadi, informasi yang kurang tepat soal seks, bahkan mampu menghindarkan anak dari kekerasan seksual yang marak terjadi.

Di dalam sex education juga ada tentang kesehatan organ reproduksi, misalnya pada usia remaja hormon-hormon reproduksi mulai bekerja dan menghasilkan perbedaan-perbedaan yang menonjol antara laki-laki dan perempuan. Sehingga, anak-anak yang mulai tumbuh menjadi remaja paham hal-hal yang dialaminya adalah sebuah kewajaran. Dengan hal ini, remaja diharapkan mampu memahami kesehatan-kesehatan reproduksi yang harus dijaga. Oleh karena itu, sex education harus benar-benar diterapkan dan diajarkan pada anak di usia dini.

Sex education memang masih dianggap hal yang tabu di kalangan masyarakat, namun sebagai masyarakat masa kini harus melek informasi tentang pentingnya sex education.

Memulai pendidikan seks dari hal-hal kecil merupakan salah satu langkah untuk mengenalkan seksualitas kepada anak. Mengingat bahwa pendidikan seks sangatlah penting dan memiliki banyak manfaat bagi anak dan remaja di lingkungan sosial maupun kesehatan, maka sebagai orang dewasa terutama orang tua harus menerapkan sex education sejak dini mulai sekarang.

  1. Rusdayana Sararrina says

    Artikel yang sangat bermanfaat, terima kasih sender 😊

  2. Mohammad Rizqi Al Mubarrok says

    Semoga bermanfaat ya dek..

Leave A Reply

Your email address will not be published.