

Di beranda Instagram
Orang-orang geram
Komentar menusuk tajam
Sebagian mendendam
Sebuah mayat tergeletak
Kepalanya tersangkut di ban depan
“Penjarakan!”
“Hancurkan!”
“Turunkan!”
Detik kedua puluh sembilan
Pejabat lari tunggang langgang
Hatinya mencekam, geram, ketakutan!
2026
Kata-kata meluncur deras bagai rentetan peluru menembus kepala
Sedang di sana, meja-meja dipenuhi amplop suara
Kursi-kursinya dilapisi obralan janji
Yang duduk tertawa tanpa kendali
Sayang, di menit terakhirku ini, kuingin engkau berada di sini
Menciumiku, membetulkan letak leher kemejaku
Seraya membisikkan doa: Semoga engkau kembali
Sayang, maafkanlah aku, telah mengingkari doamu
Yang kembali hanyalah suara yang tak pernah dilalap tirani
2026
Mataku membelalak melihat TV
Jantungku berdetak, memompa darah reformasi
Saat kulihat Mahasiswa mati dibunuh (ke) aparat saat demonstrasi
Para oligarki kabur ke luar negeri
Takut dilalap gelora reformasi
Oh sial, (ke) aparat kembali menembaki
Mereka takut dengan semangat gagah berani
Oh sial, (ke) aparat kembali menembaki
Dihujani peluru tanpa henti
Reformasi dilecehkan (ke) aparat
Demokrasi telah mati!
2026