(Ke) Aparat dan Puisi Lainnya

Beranda Instagram

 

Di beranda Instagram

Orang-orang geram

Komentar menusuk tajam

Sebagian mendendam

 

Sebuah mayat tergeletak

Kepalanya tersangkut di ban depan

 

“Penjarakan!”

“Hancurkan!”

“Turunkan!”

 

Detik kedua puluh sembilan

Pejabat lari tunggang langgang

Hatinya mencekam, geram, ketakutan!

 

2026

 

 

 

Menit Terakhir dan Kecupan

 

Kata-kata meluncur deras bagai rentetan peluru menembus kepala

 

Sedang di sana, meja-meja dipenuhi amplop suara

Kursi-kursinya dilapisi obralan janji

Yang duduk tertawa tanpa kendali

 

Sayang, di menit terakhirku ini, kuingin engkau berada di sini

Menciumiku, membetulkan letak leher kemejaku

Seraya membisikkan doa: Semoga engkau kembali

Sayang, maafkanlah aku, telah mengingkari doamu

Yang kembali hanyalah suara yang tak pernah dilalap tirani

 

2026

 

 

 

(Ke) Aparat

 

Mataku membelalak melihat TV

Jantungku berdetak, memompa darah reformasi

Saat kulihat Mahasiswa mati dibunuh (ke) aparat saat demonstrasi

 

Para oligarki kabur ke luar negeri

Takut dilalap gelora reformasi

 

Oh sial, (ke) aparat kembali menembaki

Mereka takut dengan semangat gagah berani

Oh sial, (ke) aparat kembali menembaki

Dihujani peluru tanpa henti

 

Reformasi dilecehkan (ke) aparat

Demokrasi telah mati!

 

2026

Author

  • Zahrul Praswinata

    Lahir di kota hujan, 25 Juli 2009. Hobi membaca buku sejak TK dan menulis apa pun yang ia suka. Jatuh cinta dengan naik gunung. Bisa dihubungi di Instagram @Zwinataa atau email zahrulwinata7@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
jojobet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet güncel giriş | jojobet | jojobet | Meritbet | jojobet giriş |