Sastra

Hikayat Jagal

Hikayat Jagal

“JANGAN sebut aku ateis!” gertakku, lantang—sebelum pelatuk revolver itu ditekan, lantas pelor menusuk kepalaku. “Aku bukan jagal yang tak beragama. Aku menjadi jagal hanya untuk menjaga kampungku!” *** Perkampungan tempatku...

Mati dan Tak Kembali [Cerpen]

Mati dan Tak Kembali [Cerpen]

Orang-orang baru saja berangkat bekerja dan aku masih tidur di kasur temanku di apartemen kumuh. Aku kabur dari polisi gara-gara terlibat perampokan dan semalam mereka menembak betisku. Temanku, pemilik apartemen...

rejo agung [Puisi]

rejo agung [Puisi]

rejo agung kubayangkan kau kembali kau benarbenar kembali puluhan troli tersesat dalam tebu sepah mayatmayat tertumpuk di sana dan kau, betul melihat neraka kecil dalam kepul asap itu relrel berderit...

16. 03 WITA [PUISI]

16. 03 WITA [PUISI]

16. 03 WITA bersama anak kecil dua wanita dua pria kita berjalan mencari sampah plastik si racun tanah mereka empat orang melompat-lompat riang didekat sungai kecil yang kumuh dan berair...

Page 1 of 7 1 2 7

Populer.