

BABAK 1
(Tiga lampu putih masuk menyorot sisi tengah, kanan belakang panggung, dan tengah atas. Redup. Sisi tengah : ranjang besar tegak dengan posisi vertikal lengkap dengan bantal gulingnya, di sisi atasnya terdapat 4 sakelar, Zawzaw & Ciwawa tidur di atasnya berselimut. Sisi kanan belakang : ranjang kecil dengan posisi sama, di atasnya Mwak terbangun lalu memotong kuku. Sisi tengah atas : jam dinding besar menunjukkan pukul 3 dini hari. Semua lampu padam, menyala lagi hanya sisi tengah, dari bagian gelapnya tangan hitam muncul dari samping Ciwawa menyibak selimut menariknya. Lampu tengah dan kanan belakang mati. Jarum jam berputar cepat hingga berhenti di pukul 6 pagi. Suara dentingan. Lampu tengah menyala kuning redup, Zawzaw tersilaukan dan bangun).
(Jeda)
(Jeda)
BABAK 2
(Lampu menyala memenuhi panggung, menampakkan sisi depan istana. Zawzaw dan Mwak masuk).
(Dua penjaga masuk, Aswa bersembunyi di balik Zawzaw).
(Zawzaw masuk ke gerbang, lampu padam)
BABAK 3
(Lampu menyala. Redup menyorot sisi tengah menampakkan gerbang yang telah dibuka dengan Zawzaw yang sudah masuk, ada pintu lagi di dalamnya).
(Zawzaw tertunduk lesu, menangis sejadi-jadinya. Pintu terbuka perlahan, Ciwawa keluar dengan sebuah tas. Menghampiri Zawzaw dan memeluknya.. Zawzaw masih menangis).
(Lampu padam).
BABAK 4
(Lampu menyala memenuhi panggung, tampak tiga ranjang. Zawzaw duduk di atas ranjang tengah bersebelahan dengan radio, sementara dua ranjang lainnya tengah diangkut keluar dari sisi kanan oleh masing-masing 4 pekerja. Bersamaan dengan itu, Raja Wawawi masuk).
(Zawzaw mengeluarkan kaset yang diberikan Ciwawa, memasukkannya ke radio. Musik terdengar. Lampu utama meredup, lampu kedua menyala menyorot sisi tengah atas menampakkan jam dinding besar menunjukkan pukul 3. Jam berdenting. Zawzaw merebahkan badannya ke ranjang).
BERAKHIR.
Semarang, 2025.