Kalau Saja

Apa yang Masih Hidup Dalam Dirimu Hari ini

 

matahari separuh terbuka

kau terbangun dengan perasaan yang sama

seperti kemarin:

 

memaksa bergerak

berdesak-desak

dalam gerbong kereta

demi sesuatu yang entah apa

 

kau melaju mengikuti

ritme yang tak dimengerti

hingga tak menyadari

dalam dirimu tersimpan

mesin yang tak pernah

kau tahu cara mematikannya

 

kau tak mengenal pagi

tak mengenal sore

tak mengenal malam

 

bagimu

waktu hanyalah perputaran

yang tak boleh dijeda:

 

berangkat-pulang kerja

makan-minum, tidur

hari berganti dan begitu lagi

 

di antara tekanan kota

di antara hidup yang telah menjadi mesin

ingatan tentang hujan di masa kecil

tak membiarkan harapanmu mengerdil

dan doa-doa yang selalu dilambungkan ke udara

menjadi ruang menghidupi jiwa

di sisa-sisa usia

 

Bogor, 2026

 

 

 

Malam di Kampung Halaman

 

malam di sini mengeratkan lagi kami

yang dicerai-berai kota

yang terpisah dari diri

juga beberapa mimpi

yang hangus dibakar siang hari

 

pos ronda dan genjrengan gitar

menjadi arena melepaskan segala keputusasaan

yang menguar berbarengan dengan

gelas arak yang berputar

terasa, semua hidup kembali

 

memori-memori

menertawakan dirinya sendiri

cita-cita,

cinta

keluguan dan keangkuhan

masa remaja

 

 

malam di kampung halaman

ruang meredam kecemasan

kawan

sisa arak di tangan

mengingatkan aku pada kota

yang membuat kita

mabuk dan terhuyung-huyung

dalam impian

 

Bogor, 2026

 

 

 

Kalau Saja

 

aku dan kawan-kawan

tumbuh dari gang-gang

kecil yang juga jadi dapur

rumah tetangga

 

sewaktu kanak-kanak

saat hujan turun

kami bersiap diri lalu berlari

ke arah lampu merah

 

menyabuni kaca mobil

mencari uang-uang kecil

 

di sini dewasa

lebih cepat tiba

 

satu kawan memutuskan

mengarungi lautan

beberapa menjelajahi jalan raya

 

kalau saja kami tumbuh

dari kebahagiaan yang utuh

mungkin kami tak perlu

mengikat diri pada nasib

yang bergelimang gamang

 

Bogor, 2026

 

 

 

Dewasa

 

keheningan begitu dekat dengan dada seorang lelaki yang tak pernah diberi peta oleh orang tua.

kepalanya hanya sibuk meraba-raba dunia hingga kedua tangannya belum bisa menjala nasib baik meski usia kepalang dewasa.

 

Bogor, 2026

Lahir dan besar di Bogor. Menyukai kegiatan mendaki gunung, pecinta sastra, pecinta Barcelona, hampir-hampir cinta kamu juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!