Jadwal yang Tak Pernah Tiba dan Puisi Lainnya

Jadwal Yang Tak Pernah Tiba

 

kelabu hari saat aku menunggumu,
bagai kereta yang tertahan oleh waktu.
dari duduk ke berdiri,
kesabaranku berlabuh perlahan
menuju badai yang tak bernama.

 

di tengah riuh gelisah yang berdesakan,
kau datang bagai kondektur,
menenangkan dengan suara terlatih:
“mohon maaf atas keterlambatan,”
seolah cukup untuk menahanku
agar tak beranjak pergi.

 

saat waktu yang dijanjikan akhirnya tiba,
tak satu pun gerbong menampakkan diri.
stasiun tetap kosong,
dan harapanku menggema tanpa jawab.

 

kesabaran yang kupendam pun retak,
lapuk diam-diam seperti kayu dimakan rayap.
aku melangkah pergi dari tempat itu,
meninggalkan janji yang tak pernah datang,
dan berharap
penantian serupa
tak perlu kuulang di kemudian hari.

 

Izinkan Aku Kembali dan Mengeluh

 

 

Di antara malam yang retak menuju subuh,
sebuah telepon berdering—
tanpa nama, tanpa maksud yang kutahu.
Aku mengangkatnya,
dan suara itu menyentuh ingatanku.

 

“Halo, apa kabar?”
aku membatu dalam diam.
Suara itu terlalu kukenal:
suara yang dulu menuntunku
ke pintu penuh sukacita.

 

Ia berbicara lagi,
dan tiap kata menggores hatiku perlahan:
“Sudah lama kita tak berjumpa.
Sudikah kamu mengeluh,
dan kembali padaku?”

 

Aku terdiam,
hingga sunyi mengajarkanku satu hal:
kasih itu tak pernah pergi,
ia hanya menunggu aku lelah berlari.

 

Ia mengajakku pulang
ke pelukan yang tak menuntut apa-apa.
Dan dengan suara yang rapuh,
aku menjawab:
“izinkan aku kembali,
untuk mengeluh.”

Capek

 

 

Aaahhh…
Kenapa sih harus gini—
gitu juga?
Aku malas sekali sama capek.
Sebenarnya capek itu apa,
dan siapa sih?

 

“Aduuuh…
apaan sih,
nggak jelas banget rasanya.”

 

Bisa nggak sih
capek diganti cepek aja?
Aku ingin sekali mengumpat
karena tak kuat.

 

Sudahlah,
pada akhirnya mengeluh
tidak akan menyelesaikan apa pun.
Tapi aku ingin berteriak
sekali lagi:
“Capek banget, sialaaan.”

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
grandpashabet giriş | jojobet | jojobet | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | deneme | jojobet giriş | Report Phishing | pusulabet | pusulabet | pusulabet |