

Kalau kamu pikir pengendara paling berdosa itu cuma mereka yang merokok sambil berkendara, ayo! Dicari lagi! Masih ada yang kurang! Ada satu spesies pengendara yang kadang tak terdeteksi radar sosial, tapi eksistensinya sungguh meresahkan. Ialah kaum yang dengan sengaja atau gak sengaja tapi tetap ngotot buat mengganti warna lampu rem belakang jadi putih atau transparan.
Ya, mereka ada di antara kita. Berkeliaran di jalan raya dengan percaya diri dan tanpa dosa membuat pengguna jalan di belakangnya merem melek setiap kali ia ngerem mendadak. Mari kita bahas tuntas “dosa lalu lintas” yang satu ini.
Lampu rem merah itu bukan sekadar estetika atau pabrikan kehabisan stok warna lain, tetapi warna merah dipilih hasil dari penelitian yang serius. Merah adalah sinyal universal: “Berhenti!”, “Waspada!”, atau bahasa tubuh kendaraan yang bilang,
“Gue ngerem nih, hati-hati ya!”
Secara biologis, gelombang merah (630–760 nm) paling mudah dikenali oleh mata manusia ketimbang warna lain. Bahkan secara psikologis, warna merah di jalanan dianggap sebagai tanda bahaya atau sesuatu yang harus direspons cepat.
Regulasi global seperti Vienna Convention on Road Traffic (1949) juga menetapkan penggunaan merah untuk lampu rem, menghindari kebingungan dengan lampu lain. Itulah kenapa semua negara, termasuk Indonesia mewajibkan lampu rem warna merah. Di Indonesia, aturan ini diatur dalam:
Singkatnya, kalau kamu modif lampu rem jadi putih, kamu bukan cuma mengganggu pengendara lain, tapi juga melanggar hukum. Ya ya ya, meskipun kita semua tahu yang paling tahu hukum juga kadang melanggar, tapi apa kamu mau disamakan dengan yang seperti itu? Kan tidak!
Mari kita ilustrasikan. Kamu lagi naik motor atau mobil di malam hari. Di depanmu ada kendaraan yang tiba-tiba rem mendadak tapi, alih-alih lampu merah yang menyala, kamu malah disambut cahaya putih terang menyilaukan. Alhasil kamu bukan cuma kaget, tapi juga butuh waktu sepersekian detik untuk sadar itu tadi lampu rem!
Dalam hitungan detik itulah potensi kecelakaan terjadi. Entah kamu salah ngerem, terlambat bereaksi, atau justru tergelincir karena kehilangan konsentrasi. Sialnya lagi, kalau kamu menabrak dari belakang, kamu bisa dianggap salah meskipun lampu rem depan kamu absurd.
Kalau kamu pikir polisi lalu lintas nggak peduli soal warna lampu rem, kamu salah besar. Ini bukan masalah sepele. Lampu kendaraan termasuk syarat teknis wajib dan menjadi perhatian dalam razia gabungan.
Sanksi bagi pelanggar diatur jelas dalam hukum:
Pada akhirnya yang paling menyakitkan bukan cuma dendanya, tapi rasa malu saat ditilang dan disuruh jelasin ke petugas “Kenapa lampu rem merah, kamu ganti jadi putih, Mas?”
Mau jawab
“Biar keren”?
Mati lah kau viral di acara 86.
Ada dua kemungkinan: antara ignoransi atau gaya hidup sok edgy. Sebagian besar pengendara modif lampu rem karena merasa itu keren, beda, dan lebih terang. Padahal kenyataannya, lampu putih di belakang bisa bikin pengendara lain nyangkanya kamu lagi mundur. Jangan lupa juga: lampu putih bukan berarti lebih aman, tapi justru lebih berisiko, terutama di jalanan gelap atau saat hujan.
Sementara sebagian lain, ya karena “enggak tahu aja.” Kurangnya edukasi soal arti warna lampu jadi alasan klasik. Dianggap remeh, padahal lampu kendaraan itu sarana komunikasi paling penting antar pengendara.
Untuk para pengendara biasa:
Untuk yang pernah atau sedang modif:
Dan bagi pemerintah serta bengkel modifikasi:
Kalau kamu masih mengira merokok sambil nyetir itu dosa paling besar di jalan, kamu mungkin belum pernah ketemu pengendara dengan lampu rem putih terang menyilaukan. Bisa bikin buta sesaat dan berujung celaka.
Jadi,
Ingat, lampu rem itu bukan ajang unjuk gaya, tapi alat komunikasi yang menyelamatkan nyawa. Jangan karena pengen tampil beda, kamu malah bikin orang lain celaka. Yuk, jadi pengendara yang lebih sadar, lebih peduli, dan tentu saja lebih merah (lampunya)!
Berminat pada isu sosial, politik, dan kelestarian lingkungan. Suka mengamati kebijakan publik, dan aktif mengikuti perkembangan budaya pop sebagai kacamata untuk melihat fenomena masyarakat hari ini. Instagram @ogzatt_13
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!