Ibuku Seorang Ratu

Tidak Ada yang Setabah WNI di Bulan Juni 

 

Semuanya naik 

Yang turun adalah kepercayaan warga sipil 

Berhuyung-huyung menyebarkan informasi masif 

Namun dengan mudahnya mengecewakan hati orang-orang kecil 

 

Cahaya terik di siang hari masih menganga 

Cuaca yang tidak bisa tereja 

Pancaroba yang juga tidak bisa diterka 

Mereka sejenak menepi menangkis peluh 

Di tengah riuhnya kelap-kelip sen bus dan truk 

Gas mini berwarna hijau harus ngantri berhari-hari 

Harga bensin naik bikin isi dompet ngeri 

 

Pemangku kerap mengenakan topeng dan mengadu kata-kata 

Agar dapat meredakan ngilu-ngilu sementara 

Namun hari demi hari semakin payah 

Mereka tidak pandai meralat apa yang kadung terungkap 

 

Lasem, 10 Juni 2026

 

 

Beda Arah

 

Dua jengkal bola mata beda arah

Mencari ruang yang sepi peminatnya

Kini hanya bisa terkulai basah

Dengan harap penuh was-was

Aku mencoba lagi

Namun tidak bisa

Dia putar balik —

Aku putar cerita lama

 

Lasem, 24 Juni 2026

 

Ibuku Seorang Ratu

 

Ratuku bernama ibu

Kisut dimakan waktu

Kerap membiarkan luka-lukanya menjamur

Diubah menjadi senyuman anti luntur

 

Lasem, 24 Juni 2026

Lahir di Rembang. Penulis, jurnalis, sekaligus pekerja lepas ala-ala. Apa saja dikerjakan asal halal dan ada duitnya. Tulisannya bisa dilihat di laman website nu.or.id, rembangbercerita.com, dan akun instagram @dailysastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!