

Malangnya nasibku
Buruknya pemilikku
Sampai-sampai aku menderu
Sendu, berharap pilu
Tak lagi menggerayangiku
Aku berdoa kepada-Mu
Agar kehidupan, tak lagi ambigu
Memohon kepada waktu
Agar ia bisa mengingatkannya padaku
Nahasnya ia tetap menjadi orang yang sama seperti dulu
Aku hanya bisa meminta kepada-Mu perpanjang waktuku
Agar aku tetap ada saat dia berubah sewaktu-waktu
Karawang, 1 Mei 2026
Bibit yang kutanam
Pohon yang kusemai
Dan tanah yang kurawat
Disiram dengan darah
Kurawat dengan waktu
Kutunggu dengan pilu
Sungguh menguras jiwaku
Tatkala tak merekah
Aku akan berserah.
Kuusahakan berserah.
Dedaunan yang rela jatuh
Demi sang induk tetap teguh
Mata air yang rela mengalir
Dari hulu menuju ke hilir
Meratakan tanah, menyuburkan buah
Mereka rela menyiksa diri demi sang merpati
Merpati yang di depan mungkin akan membawa angan
Mimpi dan cita dari yang perlahan sirna.
“‘mereka’ dapat apa?”
“‘mereka’ mendapatkan sifat,
Sifat yang membawa kita ke asal.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!