

Saat aku tidak ingin dilibatkan
Sebenarnya diam-diam aku menfilsafatkan namamu
Kepada kawanku yang ahli maksiat
Saat kamu memutuskan pergi
Sebenarnya sudah terkumpul 2.000 tang
Aku ingat blok rumahmu
Dan siapa ahli waris di keluargamu.
Begitu kakimu resmi mendaratkan diri di jurang asing bernama perempuan barumu
Kulihat layar televisi kembali menayangkan
Jejak Holodomor, sebagai bukti sejarah takan punah
Aku menyesap kopi pekat
Menghafal pasal-pasal, sebagaimana mahasiswa hukum
Menafsirkan ayat-ayat wanita
Sebagaimana seorang muslim
Malam hari begitu televisi dinyalakan
Namamu, nama wanitamu, terpampang sebagai korban
Keserempetan moral.
Ada yang lebih lincah dibanding kepungan Berlin
Aku mendidihkan sisa dedemit bekas insomnia semalam
Lalu meracuni kopimu dengan ciuman
Apa itu?
Katamu, keputusanku jucheku terlalu sengit Katamu jangan buru-buru menambah garam di hubungan kami
Suka ya merampas HAM bercinta?
Aku meludahi kopimu, agar pernyataan itu meleset
Untuk menyayangimu diperlukan banyak diksi, ya
Bukankah obat yang baik melindungimu dari racun?
Puan yang aku kenal ialah gadis biasa,
Konon ia lahir di tempat yang mana
Otoriter dikembang sejak dini
Puan gemar mewarnai rambutnya
Dengan warna yang belum pernah
Yaitu darahnya sendiri
Ketika memotong rambut pun, modal utamanya ialah silet yang gagal memutuskan urat-uratnya hari itu
Puan mengikat rambutnya pada malam hari
Dengan tali yang sama gagalnya
Ketika digunakan menarik nyawa
Jadi kupinta padanya,
Tolong ajariku cara menanam memar tanpa perlu alas cinta
Puan didiklah aku seperti engkau mendidik tubuhmu dengan benang belibet
Aku juga ingin merayakan inca binca namaku
Di atas seruputan kopi
Seperti engkau yang menambahi rasa asin
Di cangkir kopinya
Bermodalkan air mata.
Hari ini Darma sudah berderma
Darma menyumbang telinga dengan cerita-cerita mereka yang semalam belum bisa tidur
Darma mengasihi mulutnya dengan upaya agar pisau itu tidak sampai di dada mereka
Darma pun menjinaki sumbangsih
Bermodalkan bibir basah dan label sarjana muda.
Puisi gagal rampung
Berlokasi di kediaman oasis
Dikubur secara masal
Nisannya bernama rahasia
Setiap hari ia disirami seminar motivasi
Bahwa suatu hari muncul di redaksi besar.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!