

Adam Richard Sandler kembali ke dunia sinema bergenre komedi berjudul Happy Gilmore 2. Film besutan sutradara Kyle Newacheck rilisan tahun 2025 lalu ini merupakan kelanjutan dari film terdahulu Sandler berjudul Happy Gilmore yang dirilis tahun 1996. Dua film yang menjadikan pemain golf berbakat nan konyol jadi karakter paling ikonik dari seorang Adam Sandler selama masa karirnya.
Kembali ke lapangan hijau, Sandler menghidupkan kembali kebodohan sekaligus kecerdasan Happy Gilmore sebagai pemain golf profesional. Menonton Happy Gilmore 2 bakal terasa lebih menyenangkan setelah menamatkan film terdahulunya.
Di sana, penonton akan diperkenalkan pada karakter Happy yang sangat berambisi menjadi pemain hoki, tetapi takdir membelokkannya ke dunia olahraga golf yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sebagai sebuah sekuel, Happy Gilmore 2 (2025) nampaknya tidak mampu melampaui kejayaan Happy Gilmore (1996). Rating IMDb hanya berkisar di angka 6.1 dan 63% pada Rotten Tomatoes. Meski begitu, Happy Gilmore 2 punya banyak kelebihan yang sayang untuk dilewatkan.
Terasa lucu dan mengharukan melihat Sandler berperan dalam karakter Happy Gilmore yang berevolusi hampir 30 tahun. Pada film pertamanya, Happy diceritakan sebagai pemuda pemarah, lucu, dan konyol yang sedang struggling berambisi menjadi pemain hoki. Sayangnya, meski pukulannya mantap dan tembakannya tepat, namun Happy punya kemampuan berseluncur yang buruk.
Tak disangka, Happy menyadari bakat golfnya saat mencoba stik golf milik mendiang sang kakek. Cerita Happy Gilmore (1996) bertumpu pada keinginan Happy menebus kembali rumah sang nenek yang disita oleh IRS (Internal Revenue Service). Ia lalu mengikuti kompetisi golf untuk mendapatkan uang bayaran.
Masuknya Happy dalam kancah permainan golf seperti antitesis dari golf itu sendiri. Memakai kaos hoki, memilih tunawisma menjadi caddy, pukulan jarak dekat yang payah, berperilaku aneh dan kerap marah di lapangan adalah beberapa keunikan Happy.
Pada Happy Gilmore 2, Happy bukan lagi bintang besar yang merumput di pertandingan spektakuler. Ia menjauh dari hiruk pikuk ketenaran setelah kematian sang istri, Virginia Venit (Julie Bowen). Happy bukan lagi pemuda lajang yang serampangan. Sekarang, ia menjadi ayah dari kelima anaknya. Satu-satunya anak perempuannya, Vienna, tertarik memasuki sekolah balet. Demi membiayai sekolah anaknya, Happy yang tadinya alkoholik dan YOLO parah, mulai mempertimbangkan angkat stik golf lagi.
Kalau pada film pertamanya Happy digambarkan punya kedekatan emosional yang erat dengan sang nenek, kini di sekuelnya Happy mengabdikan dirinya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Meski tidak melulu serius, kita bisa melihat ketulusan Happy dalam mengasuh dan membesarkan mereka.
Adam Sandler memang nggak pernah gagal mewujudkan momen komedi di filmnya. Dibandingkan film pertamanya, humor Happy Gilmore 2 terasa lebih absurd dan random. Banyak adegan yang bikin ketawa saking absurdnya. Misalnya pada adegan “happy place”nya Happy. Sebuah fantasi di alam pikir Happy yang baginya sangat membahagiakan ternyata berevolusi juga. Adegan kocak lainnya tentu saja saat Happy membawa para pegolf profesional ke batting cage buat latihan memukul (atau dipukul).
Sumber kelucuan di Happy Gilmore 2 juga datang dari karakter anak-anak Happy. Keempat anak lelakinya ternyata punya watak mirip sang ayah. Sementara Vienna lebih mirip sang ibu. Di sebuah scene, Vienna sampai speechless saat menemukan simpanan ‘minuman’ ayahnya di berbagai benda di rumahnya.
Kekhasan Happy Gilmore 2 juga terbentuk dari kehadiran para aktor yang menggawangi film pertamanya. Sebut saja Christoper McDonald yang memerankan Shooter McGavin, rival terberat Happy. Juga Ben Stiller sebagai Hal L, pemimpin grup rehabilitasi yang kasar dan manipulatif. Adegan-adegan yang melibatkan McGavin dan Hal L selalu bikin perut keram. Kocak parah!
Banyak karakter diturunkan dari film pertamanya. Misalnya Lavell Crawford yang berperan sebagai anak mentor Happy. Kalau nonton film pertamanya, kita pasti spontan ketawa sebab bapak-anak ini punya satu kemiripan yang sedih tapi lucu. Juga muncul anak karakter mendiang bos Happy, yakni Drago Larson (diperankan oleh Boban Marjanovic), yang secara fisik dan sifat mirip banget sama bapaknya.
Siapa sangka Happy Gilmore 2 membawa puluhan kameo dari berbagai kalangan profesi. Musisi sekaligus rapper Bad Bunny hadir sebagai Oscar Mejias, caddy Happy. Pegolf profesional seperti John Daly dan Keegan Bradley. Ada pula Post Malone yang tampil sekilas sebagai DJ berpakaian koboi.
Rapper kharismatik, Eminem, agaknya harus membuang sejenak personanya untuk tampil konyol sebagai anak dari karakter pengganggu Happy. Kemunculan Eminem memang nggak lama, tapi kelakuannya cukup jenaka.
Sebagai sebuah cerita yang dihidupkan kembali dari film yang sudah ada, Tim Herlihy dan Adam Sandler sebagai penulis naskah mampu mengemas cerita Happy mengikuti kemajuan teknologi. Mereka menyisipkan cerita persaingan dalam dunia golf konvensional dan modern.
Meski karakter Happy tidak seliar seperti pada film pertama, Adam Sandler tetap melempar jokes-jokes unexpected dengan wajah datarnya. Formula komedi Sandler juga bersumber dari kekacauan dan absurditas, yang pada puncaknya disempurnakan dengan punch.
Pokoknya, Happy Gilmore 2 bisa jadi film komedi pilihan untuk mengobati penatmu.
Part-time writer, full time-doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano. Instagram @mariamonataliani
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!