

serpihan kaca dari bulan setengah dan api meledak
membentuk Godzilla mencapai aku
kusembunyikan tubuh di lemari
sabar menunggu waktu ke luar hingga hantu-hantu mengepung
“Beraninya kau mengambil tanpa permisi!” kata itu Nenek
barang satu atau dua dengan sengaja kita lihat saja
Krishna menggosok tanah menajamkan busur dan panah
terbujur seekor burung di luar sangkar
“Mau ikut aku terbang atau mau di situ saja?”
Aha! Berlaga jenaka pula!
aku mengantre asinan, manisan, dan rujak-rujakan
berbaris agak depan dan kudengar di belakang,
orang bercakap-cakap berbahasa daerah
sayup-sayup, kudengar suara yang kukenali mengeja pula pesanan ibunya,
hm dasar anak mama
“Hei?”
Aku melihatnya hampir menangis tak percaya.
Waktu kusapa, ia menghardik dan mengusirku ke luar barisan.
Menceramahi caraku berpakaian dan memakiku wanita kota yang liar.
Aku berlari menangis menuruni eskalator, bersembunyi di bawah tangga
dan aku melihatnya mencariku,
memelukku dan bilang maaf sambil menyesal,
“Ini asinan salak kesukaanmu.”
Aku terharu
“Rujak ada juga,”
Air mataku madu
lagi-lagi engkau kutemui dalam mimpi,
menjatuhkan bintang dan merapal
petatah-petitih sebelum kau sendiri pergi,
sedang aku memastikan lagi barang-barang usai dikemas
kita berdua tertawa sebab bintang yang mau dipegang jauh ke lantai
“Hei! Hati-hati,” kubilang
engkau tertawa renyah waktu kena bersalah
kemudian berserak itu bintang dan kita berdua pula benahi
sambil sesekali terhentak kepala ke tepian meja
begitu kau bergeser sedikit saja mendekatiku,
Uuh!
lama sekali wangi itu tak kucium!
Mwah!
Oh tidak! Pasukan bajak laut menyerbu memisahkan kita!
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!