Fix, Lebih Baik Sakit Hati daripada Sakit Gigi

Sakit gigi adalah satu pengalaman paling menyiksa yang pernah saya rasakan. Sebelum mengalaminya sendiri, saya sering mendengar orang-orang mengeluh tentang sakit gigi, tetapi saya tidak pernah benar-benar memahami rasanya. Saya mengira sakit gigi hanyalah rasa nyeri biasa yang bisa hilang setelah minum obat atau beristirahat. Namun, ketika saya merasakannya sendiri, saya sadar bahwa sakit gigi bisa membuat seseorang benar-benar menderita, bahkan sulit menjalani aktivitas sehari-hari. Sila sebut saya lebay, tapi saya rasa lebih baik sakit hati daripada sakit gigi 🙁

Awalnya rasa sakit itu datang secara perlahan. Saya mulai merasa ngilu ketika minum air dingin atau makan makanan manis. Saat itu saya tidak terlalu memperdulikannya karena berpikir rasa ngilu itu akan hilang dengan sendirinya. Saya tetap makan sembarangan dan kadang malas menyikat gigi sebelum tidur. Akan tetapi, beberapa hari kemudian rasa sakit itu mulai berubah menjadi denyutan yang lebih kuat. Gigi terasa seperti ditusuk-tusuk dari dalam, dan rasa nyerinya menjalar sampai ke kepala.

Pada saat itu saya mulai merasa tidak nyaman. Saya sulit menikmati makanan karena setiap kali mengunyah, rasa sakit langsung muncul. Makanan yang biasanya terasa enak menjadi tidak menarik lagi. Saya hanya makan sedikit karena takut rasa sakitnya semakin parah. Akibatnya tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga. Saya juga mulai sulit berkonsentrasi saat belajar atau berbicara dengan orang lain karena pikiran saya hanya tertuju pada rasa sakit yang terus mengganggu.

Hal yang paling menyiksa adalah ketika malam hari tiba. Saat tubuh ingin beristirahat, rasa sakit justru semakin kuat. Saya sering terbangun tengah malam karena gigi terasa berdenyut tanpa henti. Rasanya seperti ada sesuatu yang terus memukul-mukul bagian gigi yang sakit. Saya hanya bisa duduk sambil memegangi pipi dan berharap rasa sakit itu segera hilang. Kadang saya mencoba menutup mata dan memaksa tidur, tetapi rasa nyeri itu membuat saya kembali terbangun.

Saya pernah mengalami malam dan saya tidak tidur sama sekali karena sakit gigi. Kepala terasa pusing, badan lemas, dan mata sulit terbuka keesokan harinya. Saat orang lain bisa tidur dengan nyaman, saya hanya duduk diam sambil menahan rasa sakit. Pada saat seperti itu saya benar-benar merasa putus asa. Saya baru menyadari bahwa rasa sakit kecil di bagian gigi ternyata mampu membuat seseorang sangat menderita.

Selain mengganggu tidur, sakit gigi juga mempengaruhi suasana hati saya. Saya menjadi lebih mudah marah dan sensitif terhadap hal-hal kecil. Kadang ketika ada orang berbicara terlalu keras atau suasana terlalu ramai, saya merasa semakin kesal karena kepala sudah terasa sakit. Saya juga menjadi malas berbicara karena setiap membuka mulut rasa nyeri muncul kembali. Akibatnya saya lebih sering diam dan memilih menyendiri.

Di sekolah maupun di rumah, saya merasa aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Saat guru atau dosen menjelaskan pelajaran, saya sulit fokus karena perhatian saya hanya tertuju pada rasa sakit di mulut. Ketika teman-teman bercanda, saya tidak bisa ikut tertawa dengan bebas. Bahkan saat makan bersama keluarga pun saya hanya diam karena takut rasa sakitnya semakin menjadi-jadi.

Pengalaman sakit gigi juga membuat saya sadar bahwa kesehatan gigi sering kali dianggap sepele. Banyak orang, termasuk saya sendiri, baru peduli ketika rasa sakit sudah datang. Memang you’ll never understand until it happens to you. 

Dulu saya sering mengabaikan kebiasaan buruk seperti terlalu banyak makan permen, minum manis, atau malas membersihkan gigi sebelum tidur. Saya berpikir kebiasaan itu tidak akan memberikan dampak besar. Namun kenyataannya, kebiasaan kecil yang terus dilakukan bisa menyebabkan kerusakan gigi yang akhirnya menimbulkan rasa sakit luar biasa.

Ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan, saya akhirnya pergi ke dokter gigi. Jujur saja, saya merasa takut sebelum diperiksa karena mendengar suara alat-alat dokter gigi saja sudah membuat saya tegang. Tetapi setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa gigi saya berlubang dan harus segera dirawat agar infeksinya tidak semakin parah. Dari situ saya mulai memahami pentingnya memeriksakan gigi secara rutin, bukan hanya ketika sakit datang.

Kau datang dan pergi sesukaaa hatimuuu, oooh kejamnya dikauuu~ 

Begitu lah kiranya nyanyian dari dokter gigi untuk saya.

Setelah mendapatkan pengobatan, rasa sakit memang perlahan mulai berkurang. Namun pengalaman itu meninggalkan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya menjadi lebih rajin menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sekarang saya berusaha menyikat gigi secara teratur setiap pagi dan malam sebelum tidur. Saya juga mulai mengurangi makanan yang terlalu manis dan lebih memperhatikan kesehatan.

Menurut saya, sakit gigi bukan hanya tentang rasa nyeri pada mulut. Sakit gigi dapat memengaruhi seluruh aktivitas dan kondisi seseorang. Tidur menjadi tidak nyenyak, makan terasa menyiksa, belajar menjadi sulit, dan suasana hati ikut terganggu. Bahkan rasa percaya diri pun bisa berkurang karena seseorang merasa tidak nyaman saat berbicara atau tersenyum.

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa kesehatan adalah hal yang sangat penting. Kadang kita baru menyadari pentingnya kesehatan ketika tubuh mulai merasakan sakit. Padahal, menjaga kesehatan sebenarnya jauh lebih mudah daripada mengobati rasa sakit yang sudah terlanjur parah. Hal kecil seperti menyikat gigi secara rutin ternyata memiliki manfaat besar untuk mencegah penderitaan yang tidak diinginkan.

Kesimpulannya, sakit gigi benar-benar menjadi musuh kecil yang sangat menyiksa bagi saya. Walaupun terlihat sepele, rasa sakitnya mampu mengganggu tidur, aktivitas, emosi, dan kehidupan sehari-hari. Pengalaman itu membuat saya lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan tidak lagi menganggapnya sebagai hal yang tidak penting. Saya berharap orang lain juga dapat menjaga kesehatan gigi sejak dini agar tidak perlu merasakan penderitaan yang sama seperti yang pernah saya alami.

 

 

Lahir di Jakarta, 30 Mei 2006. Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto. Sedang belajar menulis. Instagram @rhmaamailiana_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!