

Kita menukas mulut seorang jauhari sebagai juru nista
dan mengira keji para pandir terlampau kudus untuk dikutuk.
Sedang di hari liyan
kita bertamsil tipu daya adalah rembulan
yang lebih bercahaya
ketimbang zikir seorang pemuka.
Di tengah lautan
kita meminta pramudi yang memaki para penumpang
untuk menjadi mualim barang sehari.
Kita melupakan seorang nakhoda
yang telah bersusah payah
menjinaki seribu perahu.
Barangkali
kita ini hamba yang ingin hidup merugi
dan melupakan suatu hari
tujuh pintu surga.
Pematangsiantar, 1 Juli 2026
rimpang pepohonan sekadar delik aduan yang luruh dari paruh-paruh burung.
Sedang di kepala rusa
ia percaya hukum tiada mencatat
atau melihat bangkai lalat
yang mati di tengah kuntum
melainkan berduka lantaran seekor kumbang
lelah meranggas bunga.
Nun, di hutan sana
barangkali hijau dedaunan
bersekutu dengan celaka
sebab tanpa upeti-upeti neraka
paku-paku baja bermukim tak kenal musim
merenggut kesucian bukit dan batu.
Bahkan cericit burung
yang saban pagi menggugat
hanya mendapat
nasib yang mencuat.
Pematangsiantar, 1 Juli 2026
: Tapi puisi ini bukan tentang mawar
Menangislah, Mawar
sebab kekasihmu yang bernama langit
takkan pulang membawa hujan.
Ia ditahan jeruji musim
lantaran di rumah kemarau
terpaksa membela diri
membunuh satu benalu
agar kau bisa merekah.
Pematangsiantar, 1 Juli 2026
Pahami! Sebab aku akan bercerita
tentang jabatan-jabatan itu
yang lahir
dari gedung yang bukan ibu.
Di dalam sana
telah ditajamkan pisau suatu zaman.
Berlandas akal yang daif
beralas panggung yang kotor
daging keadilan dipenggal.
Nanti di musim bunga
pun di taman yang sama
kau dapat melihat mereka terbang
menjelma kumbang
mendesing di waktu pagi,
siang, sore, juga di kala malam
berpura mencintai tanah.
Tapi di hari berbeda
kau sengaja lupa
bahwa mereka pula
yang meludahi bunga-bunga.
Pematangsiantar, 1 Juli 2026
Lahir di Banda Aceh, saat ini menetap di Kota Pematangsiantar. Tulisan yang lain bisa ditemui di media seperti: Koran Tempo, Koran Jawa Pos, Basabasi.co, Republika.id, Suara NTB, Omong-omong.co, Sastramedia, Lensasastra, Harian Rakyat Sultra, ideide.id, Literasikalbar, Riau Sastra, dll. Terpilih sebagai Emerging Balige Writers Festival (BWF) 2025. Instagram @ilhamfellow
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!