

menulis puisi bagiku, serupa
kekalahan mongol di ain jalut 1260.
sedangkan.
membaca puisi bagiku, serupa
kejatuhan konstantinopel 1453.
sebaliknya.
membeli buku puisi bagiku, serupa
gerakan 30 September 1965.
Jakarta, 2026
kehidupan ini seperti sejarah
bagaikan mengudap kol goreng:
jumlah kalori berlebih pula mengenyah nutrisi,
berakibat besut hati. jadikanmu pembenci:
obesitas, diabetes, stroke, kanker.
sejenak. pilihlah salah satunya saja.
jika besut berimbas infeksi, berburulah
diskon barang kesukaanmu. adalah
keniscayaan tuk melupakan sejarah.
setidaknya kau tidak merugi,
melainkan untung. tidak melewatkan
potongan harga apa yang kau damba.
namun, siapa yang mau melupakan sejarah?
Jakarta, 2026
rute pintas ialah jalan panjang
pada tujuan atau sampai.
dan.
rute panjang ialah jalan pintas
pada tujuan atau sampai.
dan.
cinta yang jujur dan betul adalah
jalan pintas menuju kamar tamu;
jalan panjang menuju kamar tidur.
Jakarta, 2026
hidup yang sesak hiruk-pikuk langkah.
tidak pernah menanyakan
kapan waktu aku harus berhenti.
dibiarkannya kakiku berjalan sendiri,
tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa henti.
sampai akhirnya kakiku patah
dengan sendirinya.
hidup yang sesak hiruk-pikuk muatan.
tidak pernah menanyakan
kapan waktu aku harus usai.
dibiarkannya tanganku menahan beban hati dan pikiran,
yang mulanya ringan, lalu hinggap tak sedikit benda serba
dua yang mengisi hati dan pikiranku. kian terasa berat.
hingga akhirnya tanganku patah
dengan sendirinya.
Jakarta, 2026
Seorang pemuda acak biasa asal Jakarta yang menasbihkan waktunya untuk studi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan membaca karya sastra.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!