Di Bawah Langit yang Pudar

Di Bawah Langit yang Pudar

 

di bawah langit yang pudar,

Aku menakar sisa-sisa sabar.

Menghimpun hari yang berserakan,

di antara jalan yang kian samar.

 

hanya lengang dan bisu,

yang menetap pada ruang terdalam.

Sementara waktu terus menepi,

meninggalkan jejak yang perlahan tenggelam.

 

Entah sejak kapan,

hidup terasa seperti arus yang panjang.

Membawa tubuh terus bergerak,

meski jiwa kerap tertinggal di belakang.

 

 

 

Jalan Pulang

 

Pada jalan yang tak selalu terang,

langkah kecil tetap berulang.

Menyusuri musim yang datang-hilang,

merawat harap di sela bimbang.

 

Hidup bukan tentang siapa yang menang,

atau seberapa jauh ingin dikenang.

Melainkan tetap tegak dan tenang,

meski kerap dihampiri riuh yang menghadang.

 

 

 

Di Bawah Senja yang Lesu

 

di bawah senja yang lesu,

Aku menghitung waktu yang gugur.

Menadah langit yang pucat,

di antara musim yang berangsur uzur.

 

hanya hening dan lengang,

yang singgah pada ruang tak bernama.

Sementara dada terus bergemuruh,

menimbun resah yang tak kunjung reda.

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Jambi. Berkarya adalah napas, sisanya menjalani hidup sambil mengeluh pada Tuhan. Instagram @renaayyy__

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!